Showing posts with label belajar. Show all posts
Showing posts with label belajar. Show all posts

09 October 2016

Wedding Anniversary


Menikah. 
Menyatukan 2 orang yang berbeda sifat menjadi 1, bahkan bukan hanya 2 orang, melainkan 2 keluarga. Perlu penyesuaian diri satu sama lain. Jika hanya mementingkan ego tentu saja tak akan berhasil, karena akan selalu ada pertengkaran setiap hari. 60 bulan bukan waktu yang lama untuk sebuah pernikahan. Perjalanan masih panjang, masih terus harus belajar memahami satu sama lain. Terkadang ada beberapa hal yang bisa membuat selaras, yaitu ketika salah satu pihak mengerti dan malah tanpa disengaja meniru kebiasaan pihak lain. Contohnya aku punya "kebiasaan" setiap habis dari luar rumah, cuci kaki. Entah itu keluar bepergian atau hanya sekedar menyiram tanaman di depan rumah dan itu menular pada yeobo. Tanpa aku menyuruhnya, dia akan otomatis mencuci kakinya. Begitu juga pakaian. Baju yang dipakai keluar rumah, tidak boleh dipakai untuk tidur. Mungkin orang yang tidak terbiasa akan menganggap hal ini ribet, tetapi bagi yang terbiasa malah aneh jika tidak melakukannya. Ya, tiap orang kan punya cara dan kebiasaan masing-masing yang penting tidak merugikan oranglain.

Awalnya, aku menganggap pernikahan ini entahlah, jalani saja. Lama kelamaan setiap hari bertemu semua jadi kebiasaan dan terasa aneh bila tidak bersama. Sebenarnya tidak masalah juga bepergian sendirian, tetapi sejak menikah hal itu jadi aneh. Sepertinya lebih enak bersama, lebih tenang karena ada yang menjaga, membantu bawaan, dan ada yang diajak ngobrol selama perjalanan, bahkan ada yang bisa diajak berdiskusi untuk menentukan alternatif pilihan.

Tak ada gading yang tak retak, sama, begitu pun dengan pernikahan. Tak ada pernikahan yang sempurna. Ada saja masalah atau perdebatan yang terjadi. Sejauh ini semua diselesaikan dengan segera agar tidak melebar, tambah parah, dan saling menyakiti. Berkaca pada pernikahan tetangga depan rumah, dimana mereka hanya bertemu 1 kali lalu menikah. Menurutku ini ajaib, mungkin aku tak bisa seperti itu. Aku terlalu detail dalam segala hal. Apalagi ini menyangkut seumur hidup, bukan sekedar beli baju yang kalau ga cocok ya ga dipakai. Salut pada mereka yang bisa hanya sekali bertemu lalu menikah. 

Well, semoga hari ini dan seterusnya pernikahan ini bisa terus terjaga, menjadi keluarga sakinah, mawadah, warahmah, selalu rukun, selalu bisa mengatasi segala hal dengan bijak, dan yang paling penting semoga segera diberikan keturunan yang sholeh dan sholehah. Aku tahu Allah ga main blog, tapi aku yakin Allah menyaksikan aku menulis di blog ini. Aamiin...aamiin....ya rabbal alamiin.

08 October 2016

Bagaimana menjadi dewasa????


Mungkin kalau bicara mudah ya, tapi prakteknya? Kadang lupa.

Kadang lupa, artinya kadang juga bener, bisa dewasa. Misalnya saja sebelum melakukan sesuatu dipikirkan dulu masak-masak apa baik buruknya, ada manfaatnya atau tidak, bahkan ada untung atau rugi. Tapi oh tapi dalam suatu keadaan penting yang mana harus mengambil tindakan dengan segera atau dalam keadaan emosi yang tidak terkendali terkadang lupa untuk berpikir lebih jauh. 

Hai Cha, yang kadang punya teman tapi kaya ga punya teman...
(Hahaha)

Be wise
Be smart
Be classy
Be calm
Be confidence

Berkaca pada kasus MT yang lagi hits saat ini, dimana seseorang yang selama ini di sanjung karena mampu membantu mengatasi masalah oranglain, tapi ternyata dia tidak mengatasi masalahnya dengan bijak.

Benar sekali kedewasaan tidak bergantung dari umur.
Menyelesaikan masalah tidak perlu dengan emosi.
Menyelesaikan masalah tidak perlu dengan merendahkan oranglain.


Be a better, Cha!!!
You can learn everyday everytime.
Better to be alone than to be around those who hinder your progress (gt kata teteh incess) :p

07 October 2016

Krisis Kepercayaan pada Orang Lain


Berkali-kali dikecewakan oleh teman atau pernah juga oleh sahabat sendiri membuat aku harus berpikir beberapa kali untuk memiliki teman, terutama teman dekat.

Ya, benar. Manusia diciptakan dengan berbagai karakter masing-masing lengkap beserta kelebihan dan kekuranganmya. Dikecewakan sekali dua kali mungkin tidak terlalu berasa sakitnya, tetapi lebih dari itu??? Hmmm..bisa dibayangkan ya?

Saat kamu berpikir temanmu bisa menjaga rahasiamu, namun ternyata malah menyebarkannya. Perih...

Saat kamu berpikir teman-temanmu bisa menghibur di kala kamu sedih, eh ternyata mereka tidak ada yang peduli dengan kesedihanmu karena mereka hanya ingin bersamamu saat kamu mentraktirnya, saat kamu bahagia, saat kamu banyak uang, saat kamu berada di jabatan yang lebih tinggi dari mereka, dll. Sedih...

Saat kamu berpikir teman-temanmu adalah teman yang kompak, tapi apa? Mereka malah membicarakanmu dibelakangmu. Pedih...

Saat kamu berpikir temanmu adalah teman yang baik, kenyataannya dia malah menusukmu dari belakang. Sungguh terlalu...

Manusia bisa belajar dari pengalaman diri sendiri atau pengalaman orang lain. Meskipun kau tak sempurna, tetaplah berbuat baik. Terkadang pilihannya adalah menyakiti atau disakiti.

29 December 2015

Resolusi 2016

3 hari lagi menuju 2016...
Alhamdulillah banget di tahun ini rumah disini udah beres.
Alhamdulillah kekeluargaan semakin membaik lagi.
Alhamdulillah berat badan sempet turun, meski skrg naik dikit.
Alhamdulillah rezeki dicukupkan.
Alhamdulillah untuk segalanya baik suka maupun duka, karna dari semua itu ada hikmah dan pelajaran yang berharga.

Harapannya di 2016
Semoga aku segera diberi keturunan dari rahim sendiri.
Semoga aku, yeobo, dan seluruh keluarga diberi kesehatan, keselamatan, keberkahan, kebahagiaan, kesuksesan, kelancaran, dan semua hal yang baik2.
Semoga hubungan dengan sesama keluarga, saudara, teman, bahkan orang2 yang pernah menyakiti bisa menjadi lebih baik.. (kan silaturahmi memperpanjang umur, lhoo..)
Semoga kreditan bisa segera lunas, hehehe..
Semoga dimudahkan dan dilancarkan untuk ibadah ke tanah suci.
Semoga polusi semakin berkurang.
Semoga bumi semakin hijau, ga ada lagi kebakaran hutan.
Semoga yang baik2 deh pokoknyaaa...

💞

Demam Model

Chanel TV lokal sekarang mulai berkurang dilihat akibat ketagihan nonton star world. Hahaha... Kalo dulu keranjingan nonton drama korea di LBS, demam itu kini telah berganti disebabkan drakor2 yang ditayangkan lebih banyak yang jadul. Kan males liatnya, mana gambarnya burem2 gitu bikin ngantuk.
Sempet juga mantengin Natgeo, tapi sejak David Silva ga kliatan di Brain Game dan ga ada lagi Scam City udah mulai males. Pas pindah chanel ke Star World eh pas acara Asia's Next Top Model S3. Mulailah mengikuti Australia's NTM, America's NTM, Victoria Secret Fashion Show, Miss Universe, Miss World, etc.
Jadilah aku followernya model2 itu. Bisa dibilang, tahun 2015 aku demam model ^-^
Kira2 tahun depan aku demam acara apa ya???

21 September 2015

Status di Medsos

Berhati-hatilah menulis status di medsos, karena tak semua orang berpikiran positif. Terutama orang yang tidak menyukai kita. Hehehe...
Sebenarnya semua tergantung niat, misalnya saja ada yang menulis
"Alhamdulillah, dapat mobil baru."
Ya kali aja dia maksudnya bkn riya' kali aja saking happy-nya jadi dia menulis begitu.
Kalo itu tadi contoh dari oranglain, hari ini aku juga merasakannya ketika menulis status "Ya Allah, turunkanlah hujan agar tanah kami subur ... Aamiin."
Beberapa orang menjawab amin dan ada 1 orang berkomentar sambil menertawakan "semoga doamu dibaca malaikat"
Mungkin pikirnya "berdoa kok di status".. 
Hmmm...padahal niat aku menulis status seperti itu bukan utk meminta belas kasih oranglain, ya aku tau malaikat kan ga bbman tapi maksud aku semakin banyak yang mengaminkan doaku, semoga semakin cepat doa itu terkabul. Doa tersebut juga bkn hanya untuk aku, menurutku itu doa umum sehubungan dengan kejadian bencana kabut asap yang melanda daerah sini.



Inti dari tulisan ini:
1. Lebih berhati-hati menulis status
2. Positive thinking dengan status oranglain

Hehehe masih belajar lho aku, kalo ada salah ingetin yaaa...tapi jgn dimarahin :p

26 February 2015

Mulai Kurus

Udah sebulan ga nablet secara tabletnya masih eror. Nyoba diservisin di sekitar sini, tapi ga bisa. Mereka bilang harus dibawa ke Sams*ng centernya langsung di Banjar or di Jakarta. Iyuuuhhh kapan gue kesana ya? Doku lagi ga memungkinkan, kudu nabung dulu nih. Pengeluaran 2 bulan ini lumayan banyak buat bayar tanah, pajak, biaya balik nama, dll. Uhmmm mesti sabar sampe duit ngumpul. Eh, tapi mending beli baru aja kali ya. Hahaha... Xperia Z4 kayanya bagus tuh, pengalaman punya Sony udah lebih dari 7 tahun dan masih bagus kameranya, cuma baterainya aja pernah hamil dan harus ganti. Gara-garanya sering dipake telpon berjam-jam sambil di cas. 
Besok pengumuman lomba penurunan lemak niy. Mudah-mudahan aja bisa juara 1, lumayan dapat 1 jeti. Seminggu yang lalu timbang udah turun lumayan banyak. Lebih banyak dari tahun kemarin (pas ikutan lomba juga). Kalau tahun kemarin juara 2, ya kali aja sekarang bisa naik jadi juara 1 *ngarep banget* ^ _ ^
Orang-orang yang lihat siy bilangnya udah kurusan, uhmm...tapi aku pengen nurunin lagi paling ngga..45kg lah. Hahaha...kerempeng banget ga yah??? secara ini aja udah kepegang tulang belulangnya. Kok bisa ya? dulu tuh berat 40 kg kayanya ga kelihatan kerempeng deh. Masa ini 53 udah kelihatan kerempeng beuudd..
Sayangnya tablet rusak, jadi ga bisa pajang foto terbaru disini sebagai bukti.
Well, yang mau privat udah datang, nulisnya lanjut besok lagi.

15 April 2014

Daftar Adsense

Malam ini nyoba daftar tambahan menu adsense di blog ini. Belum tau deh disetujuin atau ngga. Mudah-mudahan sih di approve... *ngarep banget* Siapa tau dengan adanya iklan yang bisa dipajang disini, bisa nyemangatin aku biar rajiiiiiiiiiin nulis. Biar otak aku bisa dimaksimalkan untuk menciptakan suatu kreativitas *ceileee gaya banget*.
Oke deh kita tunggu aja apa jawabannya.

*Dooohhh harap-harap cemas euy!!*

02 April 2014

PEMILU 2014

Pengen ketawa kalo inget kata-kata seorang ibu kemarin siang pas aku lagi di Ayam Bakar Wong Solo. Seorang ibu di meja sebelah bercerita ke teman-temannya tentang Pemilu 2014. 
Dia bilang"Ahh, calegnya ga ada yang kenal, ga ada yang bisa di percaya. Besok kertas suaranya mau aku sobek-sobek aja." 
Kemudian seorang temannya menimpali "Gimana kalo dibagi uang? mau milih ga?" 
Si ibu menjawab "Nah, kalo ada yang ngasih uang ya, ta pilih!"
Teman yang lain berkata "Kalo semua caleg ngasih duit, gimana?"
Si ibu "Ya aku pilih yang paling banyak ngasihnya! Lumayan duit dari caleg lainnya dikumpulin buat belanja. Pokoknya kalo ga ada yang ngasih uang, mending aku sobek-sobek aja kertasnya daripada golput ga nyoblos apa-apa ntar malah kertas suaraku di salahgunakan."

Hadeeehhh, gimana mau maju ya Indonesia-ku ini kalo warga negaranya kaya si ibu itu. Apa-apa duit. Suaranya di jual bu? Menurutku sih dari pada cape-cape nyobek kertas suara, ya di coblos aja 2 tempat...kan itu sama aja ga sah, udah gitu ga perlu tenaga banyak. 

Ayo teman-teman kita harus berpartisipasi dalam pesta demokrasi!! Gunakan hak pilihmu sebaik mungkin. Hari gini kan internetan gampang banget, kalo kamu ga tau profil caleg di daerahmu coba aja di cek di webnya KPU trus browsing deh di mbah gugel, cari tau sepak terjang and pengalaman para caleg di daerahmu.

Oke deh selamat mencoblos tgl 9 April nanti ya!!!

31 March 2014

Nyepi @ Home and Perkedel Enthik

Libur Nyepi hari ini ya hampir mirip ama hari2 kemaren. Home Alone. Tadi pagi bangun jam setengah 5 trus mandi, bikin sarapan, sholat subuh, nonton berita, maen game eh malah ketiduran. Bangun lagi jam 9 lanjut nyuci, sholat duha, nonton drama Korea U Dont Know Women episode 65. Hahaha ga nyangka juga bisa ngikutin sampe episode itu, padahal awalnya ga sengaja nonton eeehh ternyata seru juga. Pas browsing di mbah gugel ga taunya film itu ampe 109 episode. Nonton drama Korea sambil sarapan Energen go fruit banana di campur quaker oat, lumayan rasanya apalagi yang go fruit strawberry lebih enak.  Heran juga kok bisa doyan yaaaa, dulu liat oranglain minum itu aja kayanya udah ga minat. Udah gitu yang namanya oat, beuuuhh pernah tuh nyoba cuma di kasih aer panas aja. Hmmm...rasanya kaya makan bubuk kayu. Hahaha... Sekarang jadi doyan oat asal dicampur Energen go fruit! Pernah juga nyoba Energen coklat or vanila tapi malah eneg, lebih enak yg go fruit ^ ^,

Rencana hari ini mau bikin menu perkedel, tapi bukan dari bahan kentang...melainkan enthik. Tau enthik? sejenis umbi2an mirip singkong bentuknya tapi lebih empuk dan lembut karena ga berserat. Untuk bumbunya sama aja sih kaya perkedel kentang, yaitu: bawang putih, merica bubuk, garam.

Okay, lets cook!!

30 March 2014

Black Pepper Fried Chicken

Hari ini bikin menu sendiri yaitu Black Pepper Fried Chicken. Tiba2 aja kepikiran pengen bikin ayam goreng tepung tapi pedas di dalam. Untuk gambarnya, mungkin menyusul yaa... coz susah aplot dari tab. Loadingnya lambreta bener dah, ga tau napa, jadi kalo mo aplot mesti pake lepi gitu deh.

Oiya, untuk bumbunya cukup simple.

Bahan:
Ayam
Telur ayam
Tepung bumbu fried chicken
Lada Hitam
Garam

Cara memasak:
1. Rebus ayam selama 15 menit, beri garam dan lada hitam secukupnya/sesuai selera.
2. Tiriskan ayam lalu celupkan ke dalam telur yang sudah dikocok.
3. Balurkan ayam dengan tepung bumbu lalu celupkan lagi ke telur lalu balurkan ulang ke tepung bumbu sambil ditekan supaya tepung benar2 menempel.
4. Supaya krispi, simpan dalam lemari es dan keluarkan saat akan di goreng.

Gimana??? gampang banget kan bikinnya.
Apalagi kalo tepung bumbunya yang hot spicy, so pasti pas di makan daging ayamnya bisa hot luar dalam. Sssshhhh !!!


31 December 2013

Bizarre Love [NOT] Triangle Part 2





Siang itu… surya membelai bumi…
Ku terima sebuah undangan…
Ku buka dan ku baca…
Sampul berwarna merah…
Ada namamu…
Ku berlinang air mata
Ku harap kau bahagia…
Dengan gadis pilihan orangtuamu…
Biarlah ku mengalah…
Demi keutuhan engkau dan dia…
Walau hati ini luka…
Sendiri lagi… sendiri lagi…
Tanpa dirimu disisiku…
Sendiri lagi… sendiri lagi…
Ku coba untuk melupakanmu…
Sudah suratan harus begini…
Oh Tuhan tabahkanlah hati ini…

Hahaha… Sebenernya lagu ini ga ada hubungannya dengan cerita yang akan di tulis, Cuma tiba-tiba aja terngiang lagu Nike Ardila – Biarlah ku mengalah. Jadi inget pernah nyanyi lagu itu pas siang-siang pulang sekolah kelas 5 SD sambil jalan pepanasan turun dari angkot menuju rumah.
Kembali ke laptop!
Siang itu Via terkejut mendapati sebuah message di whatsapp. Sebuah nama tertera di layar tabletnya.
Tito

Pikiran Via pun secara otomatis flashback ke masa lalu. Mulai dari pertama bertemu di bandara, jalan-jalan bareng, berantem, kebiasaan bohongnya, kebiasaan menghilangnya sampai akhirnya harus berpisah tanpa kata di stasiun.

Tito: “Maaf ya beib lama gk ngabarin”

Wow… yang selama ini hilang bagai ditelan bumi, tiba-tiba muncul. Entah kenapa terbesit dalam pikiran Via kalau Tito sudah menikah, tapi Via sendiri masih ragu akan dugaannya itu. Setelah berpikir beberapa saat, akhirnya Via membalas.

Via: “Sibuk banget kaaah? Atau udah merit? Hehehe”

3 menit kemudian ada balasan.
Tito: “Sibuk kerja sama tidur. Hotel lagi rame banget. Kemaren sempet sakit juga. Iya beib, maaf banget yaaa. Bukan gk mau komunikasi, beib. Cuma berharap gimana kalo aku udah nikah? Apa masih kaya gini? Apa my beiby masih anggap aku “my beiby” seperti yang aku lakuin?”

Dan chatting-an pun berlanjut.
Via: “Uhmm.. mana aku tahu kalo sakit segala. Ooh jadi beneran udah nikah?”

Tito: “Gimana kabar disana?”

Via: “Kabarnya sehat. Jadi beneran udah nikah?”

Tito: “Alhamdulillah kalo sehat. Akhir tahun pulang ke rumah gk? Kayanya ada yang abis bikin rumah nih. Bangunnya dmn?”

Via: “Di deket rumah mama. Iiih kok ga di jawab sih. Ngaku aja kali, kejujuran itu lebih berharga daripada kebohongan yang paling indah.”

Tito: “Oalah bangun rumah disana to. What if I say yes or no?”

Via: “Kalo emang udah, ya Alhamdulillah.”

Tito: “Hmmmmmm… Pelarian atau penantian tak kunjung usai ya?”

Via: “Maksudnya gimana?”

Tito: “Ya udah buat PR aja.”

Via: “Hmmm…udh kebanyakan PR! Ya udah kalo ga mau jelasin, padahal tadinya aku mau bilang sesuatu.”

Tito: “Mau bilang apa? Ya bilang aja beib, semisal salah ngomong juga gk apa-apa. U always be my beiby.”

Via: “Ogah..! Aku nanya aja belum di jawab.”

Tito: “Yaelah, udah dikasih clue-nya, dipilih aja salah satu beib.”

Via kembali me-review message sebelumnya dan 2 menit kemudian dia membalas…
Via: “Oalahhh…maksudnya mau bilang “Aku udah nikah, tapi aku ga mau bilang coz takut my beiby perasaannya jadi berubah ke aku. Aku akhirnya nikah karena pelarian atau penantian yang tak kunjung usai. But don’t worry coz U always be my beiby. Begitu kaaaaaaaaaaaaah?”

Tito: “Woooowww…. Tepuk tangaaaaan”

Via: “Yaelaaah ngaku begitu doank susah amat. Selamat ya, beib..”

Tito: “Mesti dikasih selamat ya? :-( Hmmm..”

Via: “Kan selamat itu doa, biar selalu selamat dan sehat. Trus jadinya nikah sama mba2 yang dulu itu?”

Tito: “Sama simbah2!”

Via: “Diiih ditanya malah kaya gitu jawabnya. Tanggal berapa nikahnya?”

Tito: “Emang penting ya, beib?

Via: “Penting doooonk, kan biar tahun depan aku bisa ngirim kado.”

Tito: “Hadeehh, gk usah repot-repot. Tanggal 32!”

Via: “Iiiih yang bener atuh…”

Tito: “Hmmm… terserah my beiby aja mau tanggal berapa. Pilih aja tanggalnya!”

Begitulah percakapan itu berakhir "menggantung" tanpa ada kejelasan.
Via akhirnya memutuskan untuk membuka Facebook, padahal selama ini dia sangat tidak berani untuk membuka FB-nya Tito karena takut bila melihat hal-hal yang tidak seharusnya dia lihat. Kali ini rasa penasarannya lebih besar dari rasa takutnya. Dan benar saja, ternyata Tito sudah menikah sejak 6 bulan yang lalu. 
Uwoooww !!!
Via menarik napas panjang, kemudian dia tersenyum sambil membatin…
 “Tuhan sudah mengatur segalanya dengan baik dan apapun yang telah terjadi pasti itu juga yang terbaik.”
 
^_^ 

04 February 2013

Puber Pertama

Hari pertama masuk sekolah di salah satu SMP di Jogja, hari dimana tepat 1 bulan aku tinggal bersama Nenekku. Demi mendapatkan pendidikan yang lebih baik aku terpaksa harus berjauhan dengan orang tua. Pagi itu adalah pagi yang sudah di nanti-nanti. Sepatu baru, alat tulis baru, dan pastinya seragam baru yang tampak kedodoran (padahal sebulan yang lalu saat diukur sudah pas, tapi tidak tau kenapa setelah jadi malah kegedean). Maklum, aku ini memang agak susah makan, mungkin karna masih beradaptasi dengan masakan Nenek. Selesai sarapan aku siap untuk berangkat, pagi itu aku berjalan kaki menuju sekolah yang jaraknya sekitar 1 km. Aku berangkat bersama Ugi, teman yang kukenal saat registrasi pendaftaran sekolah dan rumahnya tidak jauh dari rumah nenekku.

Sampailah kami berdua di sekolah. Lapangan upacara sudah penuh dengan siswa, bagai lautan manusia karena seluruh siswa dari Kelas 1 sampai Kelas 3 berbaur menjadi satu. Upacara pun di mulai selayaknya upacara bendera setiap hari senin yang diadakan sewaktu di Sekolah Dasar. Kata sambutan dari Kepala Sekolah berisi ucapan selamat datang kepada para siswa baru alias siswa kelas1.

Bla..bla...bla..

Upacara selesai!

Siswa baru mulai masuk ke kelas masing-masing sesuai pembagian telah dibacakan ketika pengumuman penerimaan siswa. Aku dan Ugi melangkah menuju kelas yang tadi ditunjukkan oleh Kepala Sekolah saat mendeskripsikan tata letak kelas. "Oh nooo!!!", teriak aku pada Ugi yang selalu berada di sebelahku layaknya bayangan. Ternyata Kelas 1D itu di pojokan, dekat WC, gelap, kumuh pula dan pastinya bau!. Ruangan yang tampak lebih mirip sebuah gudang daripada sebuah tempat untuk belajar itu berhias lumut dibagian pinggir antara lantai dengan tembok, cat tembok yang lembab dan sebagian sudah mengelupas karena basah, serta atap gedek yang hampir amblas karena air hujan dari genteng yang bocor. Seandainya saja waktu itu Tante Citra Prima melihat tempat ini pastilah dia bisa melihat banyak makhluk astral didalamnya yang menurut gosip kakak-kakak kelas sebelumnya, di kelas itu sering ada penampakan sapu terbang. Hiiiiii.....!!! Om Rudi Kawilarang pun pasti setuju bila kelas itu dijadikan tempat uji nyali.

Aku dan Ugi kebagian bangku paling depan, tepatnya di baris kedua dari meja guru. Tak ada satupun orang yang aku kenal diruangan itu selain Ugi, so..selama menunggu Wali Kelas datang aku hanya mengobrol dengan Ugi, sementara siswa yang lain mengobrol dengan teman sebangku atau berjalan-jalan menuju bangku lain, hmmm...mungkin karena mereka berasal dari Sekolah Dasar yang sama, jadi sudah akrab. 15 menit berlalu, hingga akhirnya masuklah seorang Bapak yang tinggi, agak berisi, rambut beruban, dan berkacamata, berumur sekitar 50 tahunan. Dia berdiri di depan kelas menghadap para siswa dan semua siswa pun terdiam, duduk rapi memperhatikan. Dengan suara bass-nya, Bapak tadi memperkenalkan diri sebagai Wali Kelas. "Selamat pagi anak-anak!! Selamat datang di sekolah baru kalian. Nama saya Petrus Waluyo. Saya sebagai Wali Kelas 1D akan membimbing kalian selama 1 tahun, saya juga mengajar Bahasa Indonesia untuk Kelas 1 dan Kelas 3". Seluruh siswa pun tepuk tangan, entah karna riang atau karna bingung harus berkata apa. Hehehe... Lalu pak Petrus pun mengabsen satu persatu muridnya dengan menggunakan sapaan mas untuk nama laki-laki dan mba untuk nama perempuan.

Mulai dari absen dengan huruf abjad A, …dst.

"Mas Susanto!"

"Hadir pak", teriak Susanto dari bangkunya.

Aku selalu mencari arah suara dari setiap jawaban absensi Pak Petrus sambil menyimpan nama dan wajah teman-teman sekelas di memori otakku.

"Mba Sita!"

"Saya pak", teriak Sita.

….. dan tiba saatnya:

"Mas Tessa V.... H....."

"Sa..sa...saya Pak", teriak Aku malu-malu dengan suara lirih sambil mengangkat telapak tangan. Gerrrr....satu kelas pun tertawa terbahak-bahak. "Lho.. maaf, ini nama perempuan toh, saya kira laki-laki. Hehehe", lanjut pak Petrus sambil tertawa mengikuti irama tawa satu kelas.



Semakin hari aku semakin mengenal teman-teman sekelasku. Meskipun aku belum bisa berbahasa Jawa (bicara), tapi setidaknya aku mulai mengerti apa arti dari setiap kata yang diucapkan teman-teman. Selama Kelas 1 aku selalu duduk sebangku dengan Ugi, jajan saat istirahat dengan Ugi, berangkat dan pulang sekolah dengan Ugi, ijin ke toilet juga selalu dengan Ugi (tapi ga satu kamar mandi lho ya, cuma ijinnya aja minta ditemenin), bahkan saat ada kakak kelas 3 yang PDKT dan tiap pulang sekolah ngajak pulang bareng pun, aku selalu dengan Ugi. Ini kejadiannya lucu banget, PDKT itu berlangsung sekitar 3 bulan dan selama itu pula aku, Ugi dan mas Puru selalu pulang sekolah bersama. Meskipun mas Puru itu naik sepeda, tapi dia rela menuntun sepedanya hanya untuk pulang jalan kaki bersama. Dia pernah protes, “Kenapa sih kamu selalu pulang bareng Ugi? Aku kan Cuma mau ngobrol sama kamu aja.” Aku jawab, “Biarin, kan kasian dia, masa gara-gara ada kamu trus aku biarin dia pulang sendiri. Teman macam apa aku ini.” Akhirnya mas Puru, cowo cakep tinggi putih yang jadi idola para cewe di sekolahan itu ga pernah protes lagi soal hal tersebut dan kita pun tetap pulang bersama, bertiga!. Biasanya kita jalan dengan posisi Ugi di sebelah kiriku dan mas Puru di sebelah kananku sambil menuntun sepeda Polygon abu-abu-nya. Suatu hari saat kita pulang sekolah dan melewati sebuah peternakan ayam, di balik semak-semak terdengar bunyi krasak-krusuk, kita bertiga kaget dan terdiam. Lalu “Hwaaa…..!!!”, sontak kita teriak dan lari kocar-kacir karena di kejar anjing. 


Hubungan aku dengan teman-teman sekelas cukup baik, terutama dengan Ugi, Wuri, Aris, Teguh, Santo, Ardhi, Wanto, dan Tri. Ugi, udah jelas dia kan selalu ada dimanapun aku berada; Wuri, teman sebangku mulai Kelas 2 sampai Kelas 3; Aris, sekretaris plus bodyguard-ku yang selalu menjaga dan membantuku; Teguh, teman akrabnya Aris secara rumah mereka tetanggaan jadi kemana-mana selalu berdua, udah kaya orang pacaran. Teguh adalah guru bahasa Jawa-ku, meskipun dia lahir di Bogor tapi dia mahir bahasa Jawa; Santo, dia penghubung kita dengan Dwi si anak paling pintar di kelasku, tapi sayangnya dia pendiam. Jadi semisal ada tugas yang susah dan Santo udah dapat jawaban dari Dwi, nanti Santo yang bagikan jawaban ke geng kita; Ardhi, lucu nih anaknya. Suka ngebanyol. Pertama kenalan ama dia, pas kelas 1, aku di ece-ece “bayi” gara-gara aku selalu bawa botol minuman yang mirip dot kalau ke sekolah; Wanto, agak pendiam orangnya, kecil putih, teman-teman bilang dia mirip Jimmy Lin; Tri, kebetulan di kelas ada 5 orang yang namanya Tri. Tri Anita, Tri Antoro, Tri Hartini, Tri Hartati, Triwiyanto. Nah, Tri yang dimaksud disini adalah yang terakhir. Tri dipilih sebagai Ketua Kelas karena dia berbadan tinggi besar diantara siswa lainnya di Kelas 1D, anehnya dia ga berani sama aku yang berbadan kurus kerempeng (saat itu). Kejadiannya saat hari pertama masuk di Kelas 1, saat Pak Petrus menyuruh Tri untuk mencatat siswa yang keluar dari bangkunya selama Pak Petrus rapat. Saat itu aku ngeyel, aku berjalan ke meja Rina untuk meminjam tipe-x. Tiba-tiba dari arah belakang, temanku memukul dengan gagang sapu ijuk, sontak aku kaget dan langsung mengejarnya, merebut sapunya dan memukulinya dengan sapu tersebut secara membabi-buta. Teman-teman sekelas hanya melihat saja, tanpa melerai, mereka malah bersorak-sorak layaknya supporter gladiator. Drama pun selesai, kami kembali ke tempat duduk masing-masing. Pak Petrus masuk ke dalam ruang kelas dan menanyakan pada Tri, siapa saja siswa yang keluar dari bangkunya dan Tri pun menjawab dengan terbata-bata “Ng..ng..ngga ada pak”. 11 tahun kemudian Tri sempat meneleponku dan menyatakan perasaannya yang dia simpan sejak dulu, dia minta maaf karena baru bisa mengatakannya karena dulu tidak berani dan merasa canggung. Aku hargai pernyataan dan keberaniannya, meskipun aku tidak bisa membalas perasaannya.

Diantara geng kami ada beberapa orang yang menjadi PKS (Petugas Keamanan Sekolah lho ya, bukan nama partai. hehehe), mirip Polisi Sekolah, yaitu aku, Teguh, Wanto, dan Tri. Kami berempat terpilih karena saat Kelas 1 Cawu 1 kami masuk ranking 10 besar. Untuk menjadi PKS, kami dilatih selama 2 minggu full oleh beberapa orang Polisi. Tugas kami mirip Polisi Lalu Lintas, yaitu menjaga lalu lintas pagi (jam masuk sekolah) dan lalu lintas siang (jam pulang sekolah). Kami dipinjami seragam dari sekolah lengkap dengan atributnya setiap kali kami piket. Aku bangga menjadi PKS, piagam PKS dari Kepolisian masih aku simpan rapi, bahkan aku laminating.

Dulu, tak perlu khawatir ketinggalan pelajaran saat aku dapat jatah piket PKS karena selalu ada Aris yang bersedia dengan senang hati mencatat materi dari guru di buku-ku. Semisal materi itu di dikte (bukan di tulis di papan tulis) dan Aris tidak sempat mencatat di buku-ku karena dia harus mencatat di bukunya sendiri, maka dia akan membawa pulang buku-ku dan mengembalikannya besok pagi lengkap dengan catatan materi dari guru dan dari dia sendiri. Lho? Iya, biasanya dia menulis PS di bagian bawah halaman, contohnya : “Belajar yang rajin, jangan nonton TV mulu!!!” atau “You are my best friend forever” atau digambari kartun yang lucu-lucu. Teguh juga hobinya menggambar, sampai sekarang aku masih ingat hasil gambarannya di buku PPKn-ku yang dipinjamkan perpustakaan untuk siswa dan harus dikembalikan saat siswa naik kelas. Gambar Es ….. *sensored* hehehe… Kadang dia juga jadi sekretaris-ku saat Aris tak masuk sekolah, tapi hal itu jarang terjadi. Bisa dibilang buku tulis-ku itu tak ada yang rapi, berantakan tulisannya karena didalamnya bukan hanya tulisan tanganku, tapi tulisan Aris, Teguh atau yang lainnya, plus disertai gambar-gambar ga jelas, tetapi tetap Aris yang paling banyak. Perkenalan dengan Aris diawali dengan ejek-ejekan sepatu. Waktu Kelas 1 sepatuku sama merk-nya (beda model) dengan sepatu Aris, tetapi Aris menganggap sepatunyalah yang paling bagus. Kerjaan kita setiap hari adalah ece-ecean sepatu dan saling menginjak sepatu satu sama lain. Tepat 3 Desember 1997, Aris berulangtahun ke-13 dan aku iseng dengan memberinya kado 3 bungkus permen Bentos yang aku beli sehari sebelumnya di warung dekat rumah nenek saat aku di suruh nenekku membeli bohlam 5 watt. Permen itu aku masukkan ke dalam kardus bohlam dan keesokan paginya aku berikan ke Aris. Tak kusangka kado itu sangat berarti baginya (dia mengatakan itu dalam surat yang dia berikan saat kelulusan SMP). Sejak pemberian kado itu, dia tak pernah lagi mengejek/ menginjak sepatuku dan sejak saat itu pula dia selalu menjaga dan membantuku. Sebenarnya aku dan semua anggota geng-ku juga selalu bermain bersama teman-teman lainnya, hanya saja kami selalu kompak dan selalu bersama kemana-mana, makanya aku sebut sebagai “geng” meskipun kita tak pernah menyatakan diri untuk membentuk geng. Misalnya saja saat ada teman sekelas yang sakit atau membutuhkan bantuan, aku dan geng-ku menengok bersama-sama. Kita memang usil, tetapi tak pernah merugikan oranglain. Kita tak pernah bolos, tapi kalau contek-contekan sih iya, kadang-kadang, itu pun cuma beberapa soal aja. Kenakalan kita hanya sebatas rame di kelas dan masuk ke kelas lewat jendela sehabis olahraga di lapangan belakang sekolah.

Berikut beberapa kegiatanku selama SMP :

PKS
Anggota PKS yang berjumlah sekitar 40 siswa yang diambil dari siswa dengan ranking 10 besar dari 4 kelas. Kami berlatih setiap hari selama 2 minggu setelah pulang sekolah (kalau tidak salah mulai jam 3 – jam 5 sore) di halaman belakang sekolah. Materi dan prakteknya tentang baris-berbaris dan dasar-dasar peraturan lalu lintas (fungsi dan manfaat rambu-rambu). Salah satu diantara Polisi yang mengajar, ada Polisi muda (aku lupa namanya). Tanpa sengaja aku sering lihat dia sedang memperhatikan aku, sepertinya dia suka padaku (PeDe dikit gpp yah). Niat jahilku muncul, bukan untuk hal yang buruk, hanya test case. Aku mengajak beberapa orang teman cewe berjalan mendekatinya dan berpura-pura kepanasan. “Aduh Kak, kita cape plus kepanasan..boleh istirahat dulu ga? Haus banget”, kataku sambil menyeka keringat. Dia tampak salting dan akhirnya menjawab “Oke, kalian boleh istirahat 10 menit”. Kami pun akhirnya bisa ngadem dulu setelah 1 jam kepanasan. Aku pun berteduh di bawah pohon di pinggir lapangan, tak lama kemudian Polisi muda itu mendekatiku dan menyodorkan sebotol air mineral. “Ini buat kamu”, katanya. “Ahaa!! tebakanku ternyata benar”, kataku dalam hati.

Ekskul Badminton
Jujur, aku ikut ini karena Aris juga ikut ekskul ini. Sebenarnya pengen ikut teater, sayangnya tidak ada.

Pramuka
Aku sangat suka kegiatan Pramuka dan aku memiliki semua atribut Pramuka yang lengkap sejak SD. Pramuka itu penuh dengan kegiatan petualangan. Jiwa bertualangku turun dari darah mama yang mengalir deras ditubuhku. Oiya, Pramuka di SMP ku itu sering sekali melakukan kunjungan ke SMP lain, sehingga aku punya banyak teman di luar SMPku. Sebut saja namanya Bayu, dia menitipkan surat pada teman sekelasku yang isinya mengajak berkenalan dan disitu dia menulis bahwa dia tahu aku saat Regu Pramuka Sekolah-ku berkunjung ke Sekolahnya.

Bakti Husada
Sebenarnya kegiatan ini mirip dengan Pramuka, tetapi lebih ke arah kesehatan, bukan petualangan dalam bahasa Inggris sering disebut scout medical and emergency unit. Waktu itu, kelas 2 SMP aku ikut lomba Bakti Husada bersama beberapa teman yang terpilih dari sekolahku. Kami latihan bersama teman-teman yang terpilih juga dari SMP lain di Lapangan Puskesmas Kecamatan setiap jam 3 sore. Kami diminta untuk berlatih formasi, setiap orang punya tugas sendiri-sendiri. Aku dapat tugas di lini depan sebagai penerima tamu dan memberikan sambutan selamat datang dengan menggunakan bahasa bendera, yaitu Semapur.

Penyuluhan Kesehatan
Waktu itu setiap sekolah di Kabupatenku diminta untuk mengirimkan wakilnya ke Dinas Kesehatan Kabupaten untuk mengikuti penyuluhan kesehatan remaja, kalau tidak salah temanya tentang Narkoba dan Seks Bebas. Aku dan Vika (siswa kelas 1B) menjadi wakil dari sekolahku untuk hadir di acara tersebut. Kami berdua diantar menggunakan mobil sekolah ke Dinas Kesehatan Kabupaten dan pulangnya di jemput lagi, enak banget kan? Padahal tugas kita hanya mendengarkan, makan snack dan dapat uang transport Rp20.000,- setiap kali datang. Kegiatan itu berlangsung sekitar 4 bulan (1 Cawu). Setelah mengikuti kegiatan tersebut, aku dan Vika diminta untuk mensosialisasikan kepada teman-teman Kelas 1 sampai Kelas 3 mengenai Dampak Negatif dari Narkoba dan Seks Bebas.

OSIS
Sempat dijadikan kandidat sebagai Ketua OSIS, tapi aku menolak. Hanya sebentar aku ikut di organisasi ini, aku merasa tidak nyaman ikut di dalamnya, mayoritas isinya kakak kelas yang bergaya sok-sokan, maaf ya bukannya bermaksud ngece.

Bahagianya kalau ingat masa SMP dulu. Sekolah itu tempat bermain, sisanya? tempat belajar. Sekarang sudah sangat jarang bertemu mereka, Ugi sudah sibuk mengurus kedua anaknya; Wuri dan Santo entah dimana keberadaannya; Tri sibuk berkarir di Karawang; Aris meninggal karena kecelakaan motor; Ardhi meninggal setelah operasi usus buntu; Wanto menjadi salah satu korban yang tewas terperangkap di dalam bunker saat Merapi meletus tahun 2006 silam. Lalu Teguh? kemana dia? nah, itu dia setelah 11 tahun tidak bertemu, akhirnya tahun 2011 dia datang menemuiku dan melamarku.. ternyata sudah sejak SMP dia memendam rasa. Hehehe.. menakjubkan!! bisa selama itu memendam rasa. Sekarang dia udah menjadi imam di rumahku (dibaca: suami). Ya, begitulah hidup tidak pernah ada yang bisa menebak apa yang akan terjadi di kemudian hari. So, yang perlu dilakukan hari ini adalah terus BERBUAT BAIK, coz hari ini akan menjadi sejarah di masa yang akan datang.


To all my friend, I love u guys!!! ^_^



VuL oF LuV