Showing posts with label jujur. Show all posts
Showing posts with label jujur. Show all posts

01 April 2014

Saksi Sidang Perceraian

Sore ini pala gue pusing sebelah alias migran!Sambil nunggu murid yang katanya mau les, tapi entah kenapa jam segini belum dateng jg kalo gitu mending disambi nulis blog.


Jam8 tadi pagi gue udah meluncur ke Pengadilan Agama. Jadi begini ceritanya: 
Beberapa hari yang lalu sepupu gue yang kebetulan rumahnya depan rumah gue, bilang kalo tanggal 1 April 2014 gue diminta jadi saksi perceraian dia ama istrinya di Pengadilan Agama sini (jarak dari rumah sekitar 3kiloan lah..). Setau gue sih mereka itu mau bercerai lantaran si istri kembali ke agamanya terdahulu, padahal kan menurut agama gue ga boleh kalo suami istri beda agama karena itu hukumnya sama dengan zina. Nah, udah gitu setau gue berdasarkan info dari saudara2 banyak yang bilang kalo si istri ini tabiatnya kurang baik, ditambah lagi dengan diam2 pindah agama jadi uwa gue (ortunya sepupu gue) merasa dibohongin, mereka kecewa. Menurut gue sih wajar banget kalo mereka kecewa, ya emang sih agama itu hak asasi, tapi kan juga jangan dipake maenan. Dari agama A pindah ke B trus pindah lagi ke A. Kan ga baik kaya gitu, sama aja melecehkan agama kalo menurut gue.

Tadi begitu nama gue dipanggil untuk masuk ke dalam ruang sidang, agak deg2an juga sih secara gue belum pernah dan jangan sampe deh berhubungan dengan sidang2 hukum, kalo sidang skripsi or tesis sih gpp. sampe di dalam ruang sidang gue di suruh sumpah, ngikutin perkataan yang diucapkan hakim. Abis itu mulai deh gue diintrogasi, ditanya alasan mereka bercerai karna apa, bukti-buktinya apa aja kalo si istri pindah agama dan apakah sering melihat mereka bertengkar. Huff...kayanya gue ga pantes deh jadi saksi, coz yang tau semua kejadian detailnya adalah si bibi, pembantu rumah tangga mereka. Gue ga tau deh kok bisa kejadiannya sesemrawut itu. Udah kaya benang kusut! Menurut gue ini mah udah salah dari awalnya, trus dibiarin, makanya jadi tambah kusut. Ternyata kata uwa, teteh dan temen dari sepupu gue bahwa si istri itu udah pindah ke agamanya sejak beberapa waktu setelah menikah, dia beralasan kalo untuk sementara pindah dulu ke agamanya karena bokapnya lagi sakit, kalo bokapnya udah meninggal...baru dia mau pindah agama lagi ikut suami. Hadeeehhh riweh yaa.. Udah kaya sinetron aja ini mah.

Ya terserahlah...itu urusan rumah tangga masing-masing, gue ga mau ikut campur terlalu dalam. Makanya gue tadi jawab pertanyaan hakim sesuai dengan sepengetahuan gue aja, ga ditambah ga dilebihin.

Hikmah yang dapat gue ambil dari peristiwa ini adalah:
1. Berpegang teguhlah pada agamamu karena itu pedomanmu. Jangan pernah mempermainkan agama! Gue yakin ga ada agama yang mau dan boleh dipermainkan.
2. Nilailah orang dari berbagai sisi dan sumber.
3. Godaan duniawi memang dahsyat, harus pertebal iman agar tidak tergelincir dalam hal yang semu.

31 December 2013

Bizarre Love [NOT] Triangle Part 2





Siang itu… surya membelai bumi…
Ku terima sebuah undangan…
Ku buka dan ku baca…
Sampul berwarna merah…
Ada namamu…
Ku berlinang air mata
Ku harap kau bahagia…
Dengan gadis pilihan orangtuamu…
Biarlah ku mengalah…
Demi keutuhan engkau dan dia…
Walau hati ini luka…
Sendiri lagi… sendiri lagi…
Tanpa dirimu disisiku…
Sendiri lagi… sendiri lagi…
Ku coba untuk melupakanmu…
Sudah suratan harus begini…
Oh Tuhan tabahkanlah hati ini…

Hahaha… Sebenernya lagu ini ga ada hubungannya dengan cerita yang akan di tulis, Cuma tiba-tiba aja terngiang lagu Nike Ardila – Biarlah ku mengalah. Jadi inget pernah nyanyi lagu itu pas siang-siang pulang sekolah kelas 5 SD sambil jalan pepanasan turun dari angkot menuju rumah.
Kembali ke laptop!
Siang itu Via terkejut mendapati sebuah message di whatsapp. Sebuah nama tertera di layar tabletnya.
Tito

Pikiran Via pun secara otomatis flashback ke masa lalu. Mulai dari pertama bertemu di bandara, jalan-jalan bareng, berantem, kebiasaan bohongnya, kebiasaan menghilangnya sampai akhirnya harus berpisah tanpa kata di stasiun.

Tito: “Maaf ya beib lama gk ngabarin”

Wow… yang selama ini hilang bagai ditelan bumi, tiba-tiba muncul. Entah kenapa terbesit dalam pikiran Via kalau Tito sudah menikah, tapi Via sendiri masih ragu akan dugaannya itu. Setelah berpikir beberapa saat, akhirnya Via membalas.

Via: “Sibuk banget kaaah? Atau udah merit? Hehehe”

3 menit kemudian ada balasan.
Tito: “Sibuk kerja sama tidur. Hotel lagi rame banget. Kemaren sempet sakit juga. Iya beib, maaf banget yaaa. Bukan gk mau komunikasi, beib. Cuma berharap gimana kalo aku udah nikah? Apa masih kaya gini? Apa my beiby masih anggap aku “my beiby” seperti yang aku lakuin?”

Dan chatting-an pun berlanjut.
Via: “Uhmm.. mana aku tahu kalo sakit segala. Ooh jadi beneran udah nikah?”

Tito: “Gimana kabar disana?”

Via: “Kabarnya sehat. Jadi beneran udah nikah?”

Tito: “Alhamdulillah kalo sehat. Akhir tahun pulang ke rumah gk? Kayanya ada yang abis bikin rumah nih. Bangunnya dmn?”

Via: “Di deket rumah mama. Iiih kok ga di jawab sih. Ngaku aja kali, kejujuran itu lebih berharga daripada kebohongan yang paling indah.”

Tito: “Oalah bangun rumah disana to. What if I say yes or no?”

Via: “Kalo emang udah, ya Alhamdulillah.”

Tito: “Hmmmmmm… Pelarian atau penantian tak kunjung usai ya?”

Via: “Maksudnya gimana?”

Tito: “Ya udah buat PR aja.”

Via: “Hmmm…udh kebanyakan PR! Ya udah kalo ga mau jelasin, padahal tadinya aku mau bilang sesuatu.”

Tito: “Mau bilang apa? Ya bilang aja beib, semisal salah ngomong juga gk apa-apa. U always be my beiby.”

Via: “Ogah..! Aku nanya aja belum di jawab.”

Tito: “Yaelah, udah dikasih clue-nya, dipilih aja salah satu beib.”

Via kembali me-review message sebelumnya dan 2 menit kemudian dia membalas…
Via: “Oalahhh…maksudnya mau bilang “Aku udah nikah, tapi aku ga mau bilang coz takut my beiby perasaannya jadi berubah ke aku. Aku akhirnya nikah karena pelarian atau penantian yang tak kunjung usai. But don’t worry coz U always be my beiby. Begitu kaaaaaaaaaaaaah?”

Tito: “Woooowww…. Tepuk tangaaaaan”

Via: “Yaelaaah ngaku begitu doank susah amat. Selamat ya, beib..”

Tito: “Mesti dikasih selamat ya? :-( Hmmm..”

Via: “Kan selamat itu doa, biar selalu selamat dan sehat. Trus jadinya nikah sama mba2 yang dulu itu?”

Tito: “Sama simbah2!”

Via: “Diiih ditanya malah kaya gitu jawabnya. Tanggal berapa nikahnya?”

Tito: “Emang penting ya, beib?

Via: “Penting doooonk, kan biar tahun depan aku bisa ngirim kado.”

Tito: “Hadeehh, gk usah repot-repot. Tanggal 32!”

Via: “Iiiih yang bener atuh…”

Tito: “Hmmm… terserah my beiby aja mau tanggal berapa. Pilih aja tanggalnya!”

Begitulah percakapan itu berakhir "menggantung" tanpa ada kejelasan.
Via akhirnya memutuskan untuk membuka Facebook, padahal selama ini dia sangat tidak berani untuk membuka FB-nya Tito karena takut bila melihat hal-hal yang tidak seharusnya dia lihat. Kali ini rasa penasarannya lebih besar dari rasa takutnya. Dan benar saja, ternyata Tito sudah menikah sejak 6 bulan yang lalu. 
Uwoooww !!!
Via menarik napas panjang, kemudian dia tersenyum sambil membatin…
 “Tuhan sudah mengatur segalanya dengan baik dan apapun yang telah terjadi pasti itu juga yang terbaik.”
 
^_^ 

14 July 2013

Lebih baik yang mana?

kalau punya pasangan lebih baik yang mana dan lebih pilih yang mana?
1. Kaya, manja, muka standar, pekerja keras, banyak fansnya, tapi keras kepala.
2. Ga terlalu kaya, ganteng, keren, modis, cuek, banyak fansnya, tapi sombong.
3. Lembut, terlihat setia, agak pendiam, tapi hobi koleksi video or gambar porno.
4. Penyayang, ga terlalu kaya, keren, ganteng, pendidikan lumayan, tapi bokis.
5. Cantik, body aduhai, pintar, pekerja keras, tapi sering bohong.
6. Cantik, jujur, baik hati, pekerja keras, tapi cerewet.
7. Muka standar, baik, kaya raya, royal, tapi ga setia.
8. Cantik, pintar, ga kaya, pandai berbicara, tapi matre.

Nah lho pilih yang mana?

VuL oF LuV