Showing posts with label ga jelas. Show all posts
Showing posts with label ga jelas. Show all posts

30 May 2016

Cinta Dalam Hati



Pikirku melayang melintasi tumpukan kenangan yang t'lah lalu, terhenti pada ingatan tentang seorang gadis.


Sebenarnya kita berdua dulu satu sekolah, namun meski aku cukup populer di sekolah nampaknya dia tidak mengenalku. Ya, aku seorang anak band yang bisa dikatakan gaul dan disebut artis. Hahaha.. narsis dikit boleh lha ya. Dulu aku sering memperhatikan gadis ini, dia kerap diantar pacarnya sepulang sekolah. Berhubung aku juga masih punya pacar, ya.. aku tidak pernah mengajaknya berkenalan. Setelah lulus, aku tak lagi melihat atau bertemu dengannya. Orangnya biasa saja, tapi entahlah setiap memandangnya seperti ada sesuatu yang berbeda dari gadis lainnya. Unik! Mungkin itu kata-kata yang tepat untuknya. Rambutnya yang panjang, lurus, dan halus terurai lengkap dengan poni di bagian depan. Lesung pipi dan juga cara dia berjalan mengalihkan duniaku, dia tak tahu jika aku memperhatikannya. Dia seperti punya dunia sendiri yang membuatnya bahagia dan aku pun bahagia melihatnya tanpa harus dia tahu.


Setelah lulus dan entah dia melanjutkan sekolah dimana, tiba-tiba aku dapat kontaknya dari grup bbm. Langsung aku add dan kusapa. Tak disangka, dia merespon! Aku sangat bahagia. Aku perhatikan di grup dia komunikatif dengan anggota lainnya, friendly, easy going, supel, ahh pokoknya gitu deh. Komunikasiku dengannya makin intens, cerita tentang masa sekolah pun kuceritakan padanya dan memang benar, dia sama sekali tidak tahu aku siapa. Dia hanya tahu nama band-ku tapi belum pernah menonton saat perform. Aku merasa nyaman dengannya, hari berganti hari, bulan berganti bulan. Aku ingin sekali bertemu langsung dengannya, bukan hanya ngobrol di dunia maya. Akhirnya kita janjian ketemuan.


Di taman itu.. untuk pertama kalinya setelah sekian tahun tak melihatnya, aku terpana. Kami bersalaman. Hmm.. Aroma parfumnya membuatku melayang. Dia cantik, terlihat lebih anggun dan berkelas. Sebenarnya aku sedikit minder. Kami duduk di bangku taman bersebelahan, menceritakan masa-masa sekolah dulu hingga tak terasa hari mulai senja dan kami pun pulang.


Pertemuan pertama itu membuatku ketagihan ingin bertemu lagi. Selanjutnya, kami pergi ke pantai. Aku memberanikan diri menjemput ke kostnya setelah dia memberi tahu dimana alamatnya. Sore itu kami pergi ke sebuah pantai naik vespa kesayanganku. Dia tampak bahagia dan aku suka melihat senyum yang tak henti tergaris diwajahnya. Kami duduk dibawah pohon kelapa yang rindang, memandangi lautan sambil bercerita dan menikmati kelapa muda. Angin sepoi-sepoi mengacak-acak rambutnya yang tergerai indah. Dia berjalan ke air, aku mengikutinya dari belakang. Kami berlari saat ada ombak datang, bermain air, menulis di pasir, tertawa bersama, dan berfoto-foto. Kulitnya tampak memerah terkena sengatan matahari. Ketika kami akan kembali ke pohon kelapa tadi, aku spontan meraih tangannya. Aku gandeng dia, dia tersipu malu. Lalu kami kembali mengobrol sambil menyaksikan matahari terbenam dan aku terus menggenggam tangannya. Aahhh...bahagianya hatiku saat itu. Tubuh ini terasa ringan. Inikah rasanya jatuh cinta?


Sehari saja tak mendengar suaranya, aku rindu... aku galau... Dengan bangga aku ceritakan tentang dia pada semua teman akrab di kantor, teman main di rumah, juga orang tuaku. Apalagi ibu, orang yang sangat kucintai melebihi apapun di dunia ini. Ibuku ikut bahagia mendengar aku sudah menemukan pujaan hati.


Hingga beberapa bulan kemudian ketika aku bercerita pada ibu untuk serius dengannya dan mengatakan bahwa aku dan dia berbeda agama, ibu kaget, ibu marah! Ibu melarangku untuk meneruskan hubungan ini. Aku sedih dan terpukul. Aku cinta dia, tapi aku juga cinta ibuku. Aku bingung harus bagaimana? Ibu melarangku untuk bertemu dengannya lagi karena takut aku semakin mencintainya dan tak bisa lepas darinya. Aku mulai membatasi komunikasiku, tidak ada lagi telpon, hanya bbman saja. Jujur aku berat sekali melakukan ini. Dia mulai curiga mengapa aku seperti menjauh, aku bilang aku sibuk dengan urusan pekerjaan. Seperti yang aku tahu dia juga mencintaiku, meski aku mulai cuek tapi dia tetap memberi perhatian. Aku semakin berat, rasanya seperti ada pisau yang menancap di tenggorokan.


Walau perih, aku harus mengambil keputusan. Aku menjemputnya dan mengajak dia ke sebuah istana peninggalan raja. Kami berdua naik ke pelataran. Satu demi satu anak tangga kunaiki perlahan dengan napas panjang, "Mungkin kah ini keputusan yang tepat?" Tanyaku dalam hati. Sementara dia hanya diam, mungkin dia juga merasa ada sesuatu yang aneh. Sampailah kita di atas pelataran, duduk menghadap hamparan taman istana, sebelah kiri tampak pegunungan yang seperti menyambung dengan lautan disebelah kanan. Sang mentari telah condong di barat, mulai tenggelam dibalik pegunungan.


"Kamu baik-baik aja, kan?" Katanya bertanya padaku.


"Iya, aku baik. Kamu sendiri gimana?"


"Aku juga baik. Hmmm..tapi kenapa aku merasa ada yang beda, kamu ga seperti dulu." Dia berkata dengan terbata dan matanya mulai berkaca-kaca.


Kemudian dia berdiri dan meninggalkanku yang masih duduk di anak tangga paling atas..dia berjalan menuju tiang pelataran. Dia membelakangiku karena tak ingin aku melihatnya meneteskan air mata. Sejenak aku terdiam, lalu berjalan ke arahnya. Kubalikkan tubuhnya ke arahku. Air mata masih mengalir di pipinya. Kuhapus air matanya dan kurapikan syal yang melingkar di lehernya.


"Maafkan aku, aku rasa...aku bukan orang yang tepat untukmu. Sebenarnya awal bertemu denganmu...aku minder. Kamu terlihat begitu berkelas. Kamu pantasnya naik mobil, bukan naik motor panas-panasan denganku. Maafkan aku yang terlalu mencintaimu dan aku tak ingin hidupmu menderita jika bersamaku." Kataku sambil memegang pundaknya, sementara dia diam saja dan terus menangis.


Air matanya semakin deras, aku pun tak kuasa menahan air mataku sendiri. Aku mencium keningnya dan memeluknya erat. Kuantarkan dia pulang, tanpa berkata apa-apa lagi karena aku sudah tak tahan, rasanya seperti seribu pedang menghujam jantungku. Aku pergi begitu saja tanpa menoleh padanya. Aku hanya melihat dari spion dia masih melihat ke arahku hingga wajahnya tak tampak lagi di spionku. Sepanjang jalan aku menangis. Pikiran dan hatiku kacau. Apa yang baru saja kulakukan tadi? Apakah sikapku benar atau salah?


Sejak kejadian itu, aku tak lagi bbm dia meski sebenarnya aku ingin. Dia pun sama sekali tak mengirim bbm. Aku sakit selama beberapa minggu. Perasaan menyesal dan bersalah selalu menghantuiku, tapi aku sayang ibuku. Aku tetap harus hidup karena aku tulang punggung keluargaku.


Gadisku, maafkan aku. Maafkan aku telah membuatmu terluka. Semoga kau bahagia disana. Aku akan tetap mencintaimu selamanya meski hanya dalam angan, pikiran dan hatiku.


Love You

25 April 2016

Memaafkan Sebelum Dimintai Maaf

Beberapa waktu lalu seorang nenek menitipkan pesan, "Tolong sampaikan pada Cha, Uti minta maaf karna dulu waktu Cha sekolah dan tinggal disini Uti ga pernah bawaain bekal."

"Uti, apapun yang Uti pernah lakukan ke aku...aku udah memaafkan dari dulu. Terima kasih untuk kebaikan Uti yang lainnya." Kata Cha dalam hati.

Tidak diperhatikan atau tidak dianggap mungkin bukan hal yang aneh, itu udah sering Cha alami sejak kecil. Disaat anak-anak lain mendapat perhatian lebih dari orangtuanya, sementara orangtua Cha sibuk dengan urusannya masing-masing. Bisa dibilang Cha kecil sudah terbiasa hidup mandiri. Dia sering mengikuti kegiatan di sekolahnya. Pramuka diikutinya sejak kelas 2 SD. Perlombaan menyanyi, PMR, dan senam SKJ hingga tingkat Provinsi. Dimana setiap Cha tampil dalam perlombaan nyanyi atau senam, orangtuanya tak pernah menontonnya padahal Cha berharap mereka men-support-nya. Hanya sekali mamanya datang menjenguk ke bumi perkemahan saat Cha ikut lomba PMR kelas 4 SD. Meski demikian Cha tetap menyayangi kedua orangtuanya. Teringat saat pembagian raport, beberapa hari sebelumnya wali kelas sudah memberikan surat edaran agar orangtua hadir untuk mengambil raport. Lagi-lagi kedua orangtua Cha sibuk dengan pekerjaannya, Cha mengintip dari balik pintu kelas...melihat semua orangtua temannya datang untuk mengambil raport anak mereka. Cha sedih..dia berdiri diluar sampai pembagian selesai. Setelah semua orangtua pulang, Cha memberanikan diri untuk masuk dan menemui wali kelas, "Bu, orangtua saya kerja jadi mereka tidak bisa hadir. Bolehkah saya mengambil sendiri raport saya?". Ibu wali kelas berkata "Surat dari ibu sudah disampaikan belum? Pertemuan tadi penting karena ada beberapa hal yang orangtua harus tahu.". "Sudah saya sampaikan, bu..". "Baiklah kalau begitu ini raportmu.". "Terima kasih, bu.". Kesedihan terobati saat Cha membuka raport dan mendapati bahwa dia ranking 2.

Cha kecil akhirnya melanjutkan sekolah ke Jogja dan tinggal bersama Utinya. Utinya terkenal sangat disiplin dan tegas. Setiap pagi Cha bangun jam 4, sholat, masak nasi, menyapu seluruh rumah, mandi, membuat sarapan (bila tidak sempat, hanya makan nasi dan kerupuk saja), lalu berangkat sekolah. Sepulang sekolah Cha makan, tidur, dan sorenya menyapu halaman, merapikan tanaman, dan momong sepupunya. Berat badan Cha turun drastis beberapa minggu tinggal di rumah Uti. Dengan tinggi 160, beratnya tidak sampai 40kg. Rok seragam sekolah semuanya kegedean. Saat SMP Cha juga sering ikut pramuka, lomba bakti husada, ekskul, dan beberapa seminar di Kabupaten. Di lingkungan tempat tinggalnya Cha juga cukup terkenal karena ikut anggota karang taruna dan sering ikut pentas teater untuk acara-acara kepemudaan, tapi lagi-lagi belum pernah ada saudara atau keluarganya yang menonton saat Cha tampil. Begitu juga saat SMA, dimana orang berduyun-duyun datang untuk menonton lomba baris berbaris.. dari awal Cha ikut lomba tonti beberapa kali sampai regunya menjadi juara 1 se-kabupaten dan juara 8 se-provinsi, belum pernah sekalipun keluarganya datang untuk men-support-nya.

Anak kecil yang butuh dukungan dari keluarga terdekat, tak bisa berbuat apa-apa. Cha always happy, dia memiliki teman laki-laki lebih banyak daripada teman perempuan. Saat SD dia akrab dengan Putri dan Egi. SMP akrab dengan Ugi dan Wuri. SMA akrab dengan Sita dan Maya. Hanya itu saja teman perempuan yang akrab, lainnya laki-laki semua. Saking banyaknya teman laki-laki tak jarang Cha mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari teman perempuan lainnya karena dikira akrab dengan gebetan atau pacar mereka, padahal Cha sama sekali tidak ada perasaan apa-apa. 

Ban sepeda Cha pernah dikempesi oleh adik kelas yang naksir dengan salah satu teman laki-lakinya.
Cha juga pernah dijambak, ditendang, diteror, dan dimaki-maki dengan kasar oleh beberapa perempuan yang merasa tidak suka karena Cha punya banyak teman laki-laki. Huhuhu... salahnya dimana, kan cuma berteman, no heart feeling.

Teman laki-laki hanya sebatas teman, tak lebih dari itu. Para lelaki lebih bisa bercanda daripada teman perempuan yang kebanyakan (tidak semua) terlalu sensitif.

It's okay. Aku rapopo.
Bersyukur dengan semua yang terjadi. Pengalaman membuatmu kuat!

12 April 2016

Alone

Masa kecilnya mugkin berbeda dengan masa kecil anak-anak lainnya. Mungkin lho ya, karna ga tau juga kalo ada yang mirip. Dia kecil tumbuh dalam kedisiplinan. Banyak aturan yang harus ditaati. Waktu bermain pun dibatasi. Kewajiban menjaga adiknya, belajar, tidur siang, dan beberapa pekerjaan rumah.

Kira2 saat dia kelas 1 SD.. 
Suatu sore sepulang dari pesta ulang tahun, dia, adiknya, dan beberapa teman komplek berjalan pulang menuju rumah masing2. Sebelum sampai ke rumah, ada tumpukan batu pondasi dipinggir jalan. Sang adik berlari menjauh dari rombongan dan menaiki bebatuan itu. Dia berteriak "Dee... jangan naik kesitu!"
Adiknya tak menghiraukannya. Beberapa detik kemudian....
Bruuuuggg!
Tumpukan batu yang dinaiki adiknya bergeser. Adiknya tergelincir dan dahinya terbentur batu kali yang tajam. Dia langsung berlari lalu mengangkat adiknya yang berlumuran darah menuju ke rumahnya tak jauh dari situ. Dia menangis dan sudah pasti adiknya juga.
"Mamaaa... ade jatoh!"
Mama dan papa-nya terkejut melihat anaknya sudah berlumuran darah. Mereka pun bergegas membawa adiknya ke rumah sakit. Sebelum pergi papanya sempat memarahinya "Makanya adiknya tuh dijagain, jadi kan ga sampe begini."
"Tadi udah dibilangin, pa.. adiknya ngeyel."
Papanya tak percaya, lalu mereka pergi ke rumah sakit dan meninggalkan dia sendiri di rumah. Dia menangis sedih. Sedih karena kondisi adiknya, sedih karena dimarahi, dan sedih karena ditinggal sendirian di rumah. Hari sudah hampir maghrib, kedua orang tuanya belum juga pulang, dia takut sendirian di rumah. Dia keluar dan berdiri didekat tiang listrik yang ada di samping rumahnya sambil menatap jalan berharap kedua orang tuanya segera datang. Hingga gelap pun sudah menyelimuti langit, dia masih berdiri disitu. Lalu dia memeluk tiang listrik sambil menangis, dia bingung dia harus bagaimana. Dia, seorang anak kecil yang sedang butuh pelukan hangat yang bisa menenangkannya.

Sejak kejadian itu setiap dia dimarahi orang tuanya, dia akan berlari menuju tiang listrik dan memeluknya sambil menangis.

Dia, seorang anak kecil yang ceria, yang suka beres-beres rumah, yang hobi berpetualang (itulah sebabnya dia rajin ikut pramuka), yang suka nonton MTV sejak kelas 3 SD, yang kagetan (pernah dimarahi karena kaget lihat laron hinggap di nasinya dan tanpa sengaja melepas piring yang dipegangnya hingga pecah), yang sering kena sabetan kemoceng (karena ga bisa tidur siang tapi disuruh tidur siang), yang kadang tanpa sengaja menyenggol sesuatu (lalu jatuh dan pecah, lagi-lagi kena marah meski itu saat lebaran), yang seneng bantu2 (meski pas bantu, ga sengaja malah numpahin air dan lagi-lagi kena marah), yang waktu kelas 3 SD berniat kabur dari rumah, yang jarang main dengan teman2 diluar (karena lebih sering di kamar baca Bobo).

Dia, anak yang tetap berpikir positif meski sering kena marah. Dia yang kalau sakit bisa terbebas dari omelan dan sabetan, bahkan ditawari makanan enak. Dia yang happy banget saat diajak liburan.

Dia..
Oh Dia..
Begitu banyak hal yang diterima semasa kecilnya
Dia ditempa begitu banyak dan berat untuk anak seusianya
Apa yang dialaminya membentuk dia yang sekarang

Dia sedih ketika orangtuanya lebih mengasihani oranglain daripada dirinya. Sama seperti kejadian di masa kecilnya, dimana orangtuanya lebih membela anak orang ketika dia berkelahi. Malah dia yang kena marah, padahal perkelahian itu bukan karena salah dia. Dia hanya membela diri.


Dia, sabar dia...
Sabar ya...


Dia butuh pelukan hangat orang yang tulus menyayanginya.

02 January 2016

New Year 2016

Wohooo... first day in 2016
Ayooo semangat hidup sehat!!!
Banyakin minum putih
Banyakin makan sayur
Kurangi kalau bisa jauhi gorengan
Kurangi pedas
Banyakin dikit istirahat
Banyakin olahraga
Kurangi nonton tv sampai larut

Mempertebal iman juga penting, tambah lagi sholat sunahnya dan lebih rajin lagi beramal ;)
Bismillah...

29 December 2015

Demam Model

Chanel TV lokal sekarang mulai berkurang dilihat akibat ketagihan nonton star world. Hahaha... Kalo dulu keranjingan nonton drama korea di LBS, demam itu kini telah berganti disebabkan drakor2 yang ditayangkan lebih banyak yang jadul. Kan males liatnya, mana gambarnya burem2 gitu bikin ngantuk.
Sempet juga mantengin Natgeo, tapi sejak David Silva ga kliatan di Brain Game dan ga ada lagi Scam City udah mulai males. Pas pindah chanel ke Star World eh pas acara Asia's Next Top Model S3. Mulailah mengikuti Australia's NTM, America's NTM, Victoria Secret Fashion Show, Miss Universe, Miss World, etc.
Jadilah aku followernya model2 itu. Bisa dibilang, tahun 2015 aku demam model ^-^
Kira2 tahun depan aku demam acara apa ya???

Si Pengirim Pulsa

Beberapa bulan belakangan ini pulsa aku selalu bertambah dengan sendiri. 
Asyiiik... seneng sih, tapi siapa yang ngirim???
Nah, lho...itu yang aku ga tau.
Buat yang ngirim pulsa entah dimana keberadaannya, makasih banyak ya...
Semoga rezekinya tambah banyaaaaak..jadi besok lagi kalo ngirim pulsa sekalian ngirim i phone terbaru gitu. Hehehe

14 December 2015

Mengapa Rumput Tetangga Terlihat Lebih Hijau???

Ya, kenapa rumput tetangga terlihat lebih hijau?
Sebenarnya itu mirip dengan kuman disebrang laut tampak, tetapi gajah dipelupuk mata tak tampak.
Itulah mengapa bulan terlihat mulus dan halus dari bumi, sementara menurut laporan astronot yang pernah kesana, bulan itu permukaannya tidak rata, berlubang dan berbukit.

Menurut survey kebanyakan, orang lain akan terlihat lebih "wow" daripada pasangan karena intensitas pertemuan dengan orang tersebut terbatas. Seperti orang pacaran, yang terlihat masih yang bagus-bagusnya dan tidak 24 jam bertemu sehingga, ada beberapa sifat yang tidak diketahui. Kita ambil saja contoh orang yang berpacaran. Padahal masih pacaran lho ya, salah satu pihak ada yang berselingkuh yang mungkin saja awalnya tidak sengaja, hanya sebatas curhat tetapi kok nyaman, kok nyambung dibandingkan dengan pasangan sendiri atau orang lain itu tampak lebih keren, lebih cantik, lebih oke , dan lain-lain. Tetapi apakah menjamin bahwa bila hubungan tersebut pasti akan langgeng??? Menurutku jawabannya "belum tentu", fitrah manusia kan tidak pernah puas dan tidak ada sama sekali manusia yang cocok 100%. Pasti ada saja cek cok. Teringat pesan mantan ibu Manajer saya dulu pernah berkata "Suami istri itu ga ada yang cocok 100%, kalau bercerai hanya karena alasan tidak cocok, maka mau berapa kali kawin cerai???" Uhm bener juga sih.

Ya semua kembali kepada pilihan masing-masing. Rumput tetangga lebih hijau, tapi apa kamu yakin rumput tersebut ga banyak ulat/cacing dibawahnya?

Selalu bersyukur dengan apa yang dimiliki, itu bisa jadi salah satu kunci kebahagiaan hidup.

Terus kenapa kamu masih bertahan dengan pasanganmu, bukankah dulu kamu tidak menginginkannya? Hahaha.... itu karena jodoh sudah ada yang mengatur, tinggal disyukuri, dijalani dengan senyuman, semua niatnya ibadah...insyaAllah Allah akan membukakan hati, memberikan banyak cinta dalam keluarga dan yakinlah apa yang Allah pilihkan itulah yang terbaik. Karena orang baik hanya untuk orang baik-baik, begitu juga sebaliknya.

Ayo yang jomblo, jangan patah semangat ya!! Terus berusaha, inget kata pak Mario Teguh "Kalau kau inginkan pasangan yang baik, maka pantaskan dirimu."

Duh, lama-lama bisa jadi mamah Dedeh ini kebanyakan ceramah. Peace ya!!
Sama-sama belajar menjadi lebih baik, CMIIW 😉

Pencurian Foto

Beberapa waktu yang lalu aku mengunggah 2 foto di instagram untuk diikut sertakan dalam lomba yang diadakan sebuah brand T Shirt terbaru milik salah satu artis yang sedang nge-hits. Eh, tiba-tiba 2 hari kemudian ada notifikasi bahwa aku di tag salah satu akun dengan nama yang "saru" begitu orang Jawa bilang. Anehnya foto aku itu kan bukan foto seksi pake bikini or something else. Itu foto berhijab, rapi, tertutup yang disayangkan kenapa harus dipajang di akun tersebut. Berulang kali aku mencoba report foto tersebut ke instagram tetapi gagal terus, tinggal klik "done" aja, ga bisa-bisa, malah eror. Hufff... Akhirnya keesokan pagi saya mencoba menghubungi admin akun tsb via DM.
"Maaf, saya keberatan foto saya ada di akun anda. Tolong dihapus."
"Lho, itu kan foto biasa aja kak, knp hrs dihapus?"
"Saya ga mau foto saya ada di akun oranglain."
"Oke saya hapus, tapi ada syaratnya. Kakak harus promote akun ini dulu, kakak foto selfie pake tulisan nama akun ini."
"Saya aja ga mau foto saya ada di akun km, malah minta promote."
"Ya gitu aturannya, kalo ga mau ya ga saya hapus.. kan adil."

Hiiiiiihhh gemes banget, adil dari hongkong! Itu kan foto aku kenapa jd tuh orang yang merasa itu milik dia dan dia minta barter. Lha dia aja ngambil foto aku tanpa minta izin. 
Sabar...sabar... mungkin ini teguran buat aku untuk lebih berhati-hati lagi kalau foto or majang foto. Buat semua pembaca juga ya... Kalau foto yang berbaju tertutup aja bisa dicuri, apalagi yang berbaju terbuka. Ini cuma mengingatkan aja, tanpa bermaksud menggurui. Semoga iman kita bisa selalu terjaga, bahkan meningkat. Aamiin. 
Semoga orang-orang yang suka mengambil foto orang lain tanpa izin bisa segera sadar dan bertobat. Aamiin.
Mungkin mereka berbuat seperti itu tanpa memikirkan bagaimana bila itu terjadi pada ibu, saudara perempuan, atau bahkan anak cucu mereka.

Perpanjangan SIM A

Hampir 2 bulan terakhir sibuk banget ngurusin privat, sampe badan pegel-pegel. Niatnya sih mau pijet tapi apa daya gagal mulu. Rasanya kalo udah di atas kasur sambil maen tab, udah mager banget. Hahaha... Apalagi kemaren pas harbolnas (hari belanja online nasional) itu 3 hari cuma ngubek lazada, buka lapak, matahari mall.com, tokopedia, dll. Walhasil menurut aku lebih murah di lazada, mungkin kebetulan aja kali yaa...karena barang-barang yang aku cari, pas yang murahnya ada disitu. 

Libur UAS kali ini juga aku manfaatkan untuk perpanjang SIM A. Berhubung aku pindah kewarganegaraan (pindah KTP), otomatis perpanjang SIM harus cabut berkas dulu dari daerah sebelumnya. Untungnya punya temen SMA yang jadi polisi, jadi bisa minta tolong diurusin surat cabut berkasnya. Kamis, 10 Desember 2015 jam 10 WITA aku menuju ke Polres. Busyeeeeetttt itu Polres udah kaya pasar tumpah, rame banget! Pikirku mungkin hari ini urus surat dokter aja dulu, besok baru minta blanko perpanjangan. Ehh....di tempat cek kesehatan juga antrinyaaaaaaaa mengerikan. Terpaksa pulang dengan lemas karena hari itu lumayan panasss. Jumat, 11 Desember 2015 jam 7.30 WITA aku udah on the way menuju Polres tanpa sempet sarapan. Ruang cek kesehatan belum buka, meski yang antri udah bejibun. Tepat jam 08.00 ruang cek kesehatan dibuka langsung diserbu, aku dapat antrian no. 3. Selesai dapat surat sehat, aku langsung menuju loket pengambilan blanko yang harus diisi tapi sia-sia cek kesehatan di awal karena meski di papan tertulis buka jam 08.00 kenyataannya buka jam 10.30. Kebetulan itu hari Jumat, jadi jam 11.45 petugas mengumumkan istirahat sholat Jumat. Banyak sekali pengantri yang akhirnya pulang karena mereka pikir kantor akan buka lagi jam 13.00. Aku tetap setia menunggu disana dengan 3 orang ibu-ibu. Tiba-tiba ketika sudah sepi, seseorang keluar dari ruangan "Ayo, siapa yang belum foto?" Tanpa pikir panjang aku langsung masuk ke ruang foto, begitu juga ibu-ibu yang lain. Tidak sampai 1 menit selesai dan kami diminta mengambil SIM hari Senin. Mengapa kali ini banyak sekali yang membuat SIM????? Katanya karena ada pemutihan dan penurunan biaya pembuatan. Hmmm...pantes aja kemaren yang ngantri kebanyakan pada pake seragam SMA. Oiya, kali ini aku hanya membayar Rp80.000,00 aja untuk perpanjangan.

Langkah perpanjangan SIM (ini menurut pengalaman aku kemaren, entah di daerah lain sama atau tidak):
1. Photocopy SIM lama 1x
2. Photocopy KTP terbaru 1x
3. Bawa SIM lama asli
4. Cek kesehatan di tempat yang sudah ditunjuk Polres setempat
5. Bawa hasil cek kesehatan ke loket pengurusan SIM di Polres
6. Isi blanko yang diberikan sesuai dengan data sebenarnya
7. Serahkan blanko yang sudah diisi ke petugas loket tadi
8. Tunggu panggilan untuk foto
9. Foto
10. SIM baru sudah jadi, tinggal bayar biayanya. Selesai.

11 September 2015

Mereka Bilang Aku Aneh

Menjadi beda dari yang lain. Anak sekarang menyebutnya no mainstream. Hak seseorang untuk memilih jalan hidupnya, akan menjadi diri sendiri atau mengikuti jejak orang lain. Beberapa waktu yang lalu saat buka puasa bersama SMA, seseorang nyeletuk "Kamu itu dari dulu aneh!" dan beberapa teman yang lain pun ikut mengiyakan , sementara sisanya diam saja. Entah apa yang dimaksud dengan aneh, aku bertanya pun hanya dijawab "ya pokoknya aneh." 

Huff...sebelum kejadian itu, aku mengajak mereka berfoto dengan tongsis yang aku bawa, lalu aku ajak juga membuat dubsmash... dan terdengarlah celetukan itu. Bingung juga, apanya yang aneh ya???

Masa SMA, aku hanya dekat dengan 2 teman cewe, sisanya cowo semua. Entah kenapa bisa begitu, aku merasa nyaman bermain dengan teman-teman cowo daripada dengan cewe-cewe yang sibuk membahas perawatan di salon, shoping barang branded dan cowo-cowo yang mereka taksir. Bahkan saat aku ikut kegiatan TONTI, ketika jam istirahat aku lebih memilih jajan sendiri di kantin atau duduk sendiri di suatu tempat sambil makan bekal yang kubawa dari rumah. Memang di regu TONTI ada beberapa orang yang dominan, sementara sisanya yang minoritas terkadang hanya ikut-ikutan biar dibilang "eksis". How about me? Aku lebih memilih sendiri daripada jadi follower abal-abal (sayangnya waktu itu 2 temanku yang cewe tak masuk TONTI).

Bullying juga terjadi pada masa itu. Suatu sore sepulang perlombaan TONTI Kabupaten, aku berdiri di tepi jalan menunggu bus kota, sendiri. Tiba-tiba sebuah motor berhenti tepat di depanku.
"Aku antar pulang, yuk! Tapi tunggu aku antar temanku dulu yaa.." kata cowo yang membawa motor. Sementara dibelakangnya duduk seorang cewe yang seregu TONTI denganku. Dia tampak sinis memandangku, kemudian memukul punggung si cowo sambil berkata "Iiihh ayo, cepet katanya mau ke rumahku.". Aku masih terdiam melihat tingkah mereka berdua di depanku. Si cowo ternyata masih menunggu jawabanku dan dia bertanya hal yang sama sekali lagi, lalu kujawab "Tidak, terima kasih. Aku naik bus aja.". Cewe itu terus merengek untuk segera pergi, akhirnya mereka hilang dari hadapanku. Jujur aku tidak mengenal siapa cowo itu, aku hanya tahu dia itu anak kelas 1-3 tapi aku tidak tahu namanya. Keesokan paginya, sebelum bel masuk berbunyi, aku pergi ke kelas 1-2 untuk menemui temanku. Aku berdiri di depan pintu sambil menunggu temanku keluar dari kelas, tiba-tiba ada yang menarik rambutku dari belakang dan menendang kakiku sambil berkata "Awas ya, jangan pernah dekati Cahya.". Aku refleks dan membalas menendang kakinya. Orang-orang yang melihat langsung segera melerai. Dia berlari ke mejanya dan menangis. Aku tidak jadi berbicara dengan temanku, aku langsung kembali ke kelas. Beberapa hari kemudian aku baru tahu kalau ternyata si cewe itu naksir sama si cowo yang nawarin nganter pulang, tapi si cowonya malah suka sama aku. Trus kalau kaya gitu, salah gue??? Meski si cewe tadi adalah anggota genk mayoritas di regu TONTI. Capedeh!!! 12 tahun kemudian si cewe itu nge-add aku disalah satu media sosial dan nampaknya dia lupa dengan apa yang telah diperbuatnya.

Menjadi mayoritas terkadang tak selalu baik, mereka hanya menang kuasa dan belum tentu tingkah lakunya patut ditiru. Menjadi anggota mayoritas dan minoritas itu pilihan, gunakan hati nurani dan akal yang sehat untuk menentukannya. Tak menjadi bagian dari suatu kelompok bukan berarti bermusuhan, semua tetap berteman hanya saja terbatas untuk hal-hal tertentu.

Be smart!!!

30 May 2015

Disappear

Hilang...
Itulah kenapa aku bilang "Jangan pernah bilang apa sih yang ngga buat kamu ke aku".
Yang ada bukan dekat tapi malah jauh.
Kata-kata itu...
Entah udah berapa kali aku dengar dan akhirnya orang yang bilang itu ke aku, menghilang.
Menghilang maksudnya bukan hilang dari dunia, tapi dari pandangan. 

09 March 2015

Oke FIX !

Kalo dipikir kedua anak manusia ini... aneh!
Pas jauh pada kangen.. pas deket malah pada ribut.
Udah kek magnet sekutub aja.
Sama-sama kutub utara keknya.
Punya banyak kesamaan sih, tapi...
Oke fix, bisa disimpulkan "ga bisa disatukan!"

Ada juga kisah seorang anak manusia yang songong.
Busyet dah serem banget.
Orangnya sok "dibutuhkan"
Berasa orang penting gitu.
Keren sih gayanya, tapi...
Oke fix, bisa disimpulkan "ga punya attitude!".

Ada lagi kisah anak manusia yang minder.
Ga berani memperjuangkan cita-cita.
Mudah menyerah dan cuma pasrah sama keadaan.
Menghindar saat ada masalah, eh menghilang dink.
Baik dan ramah sih, tapi...
Oke fix, bisa disimpulkan "ga bernyali!"

Mungkiiiiinn...!

Mungkin ada yang salah dengan kata "ugh"...
Mungkin udah visit dulu, padahal belum di accept..
Mungkin lagi ga online, tapi tadi komen di status teman FB..
Mungkin ga buka path..
Mungkin dikiranya oranglain..
Iiih banyak kemungkinan..
Be yang aneh..
Orang yang tidak rela berkorban..
Tidak suka berjuang..
Mudah menyerah..
Ah, sudahlah..
Mungkin tidak berarti apa-apa.

27 February 2015

Percakapan Di Pengkolan

Suatu sore yang cerah ada sepasang pemuda dan pemudi dengan motor masing-masing berhenti di sebuah pertigaan jalan. Tampak si pemuda berbicara dengan ekspresi memelas, entah benar-benar memelas atau hanya akting saja.
Pa = pemuda     Pi = pemudi

Pa : "Kenapa sih kita ga bisa bareng?"
Pi  : "Mungkin ga jodoh. Lagian aku juga ga tau kamu itu serius atau cuma iseng aja."
Pa : "Ya ampun, ya seriuslah!"
Pi  : "Tapi aku ga bisa kalo dicemburuin mulu. Ada yang telpon/ SMS/ BBM pasti kamu nanyain macem2. "siapa?" "ngapain BBM?" dan lain-lain. Gimana aku mau percaya sama kamu, lha kamu aja ga percaya sama aku?!"
Pa : "Ya aku emang gini orangnya, nurun dari mamaku. Mama juga suka curiga kalo bapak dapet sms/ telpon dari siapa, bahkan dari teman kantornya."
Pi : "Hfft...tapi kan kita bukan suami istri!"
Keduanya tampak terdiam dan akhirnya mereka pergi saling meninggalkan satu sama lain ke arah yang berlawanan.

26 February 2015

Renang @Aston 161114


Ini foto bersama beberapa anak yang privat. Ga semua anak yang privat ikut karena yang lain rumahnya jauh. Hehehe..
Dina, Sahri, Zaka, dan Danar. Kebetulan semuanya anak kelas 4 SD. Ini salah satu kegiatan untuk hiburan setelah sibuk belajar untuk persiapan UAS. Ya...itung-itung sebelum UAS penyegaran dulu. Lokasi di kolam renang Hotel Aston, samping perumahan.
Meski mereka masih anak-anak, tapi udah pada jago renang lho...
Salut deh sama anak-anak ini.

Yeay!!!

Mulai Kurus

Udah sebulan ga nablet secara tabletnya masih eror. Nyoba diservisin di sekitar sini, tapi ga bisa. Mereka bilang harus dibawa ke Sams*ng centernya langsung di Banjar or di Jakarta. Iyuuuhhh kapan gue kesana ya? Doku lagi ga memungkinkan, kudu nabung dulu nih. Pengeluaran 2 bulan ini lumayan banyak buat bayar tanah, pajak, biaya balik nama, dll. Uhmmm mesti sabar sampe duit ngumpul. Eh, tapi mending beli baru aja kali ya. Hahaha... Xperia Z4 kayanya bagus tuh, pengalaman punya Sony udah lebih dari 7 tahun dan masih bagus kameranya, cuma baterainya aja pernah hamil dan harus ganti. Gara-garanya sering dipake telpon berjam-jam sambil di cas. 
Besok pengumuman lomba penurunan lemak niy. Mudah-mudahan aja bisa juara 1, lumayan dapat 1 jeti. Seminggu yang lalu timbang udah turun lumayan banyak. Lebih banyak dari tahun kemarin (pas ikutan lomba juga). Kalau tahun kemarin juara 2, ya kali aja sekarang bisa naik jadi juara 1 *ngarep banget* ^ _ ^
Orang-orang yang lihat siy bilangnya udah kurusan, uhmm...tapi aku pengen nurunin lagi paling ngga..45kg lah. Hahaha...kerempeng banget ga yah??? secara ini aja udah kepegang tulang belulangnya. Kok bisa ya? dulu tuh berat 40 kg kayanya ga kelihatan kerempeng deh. Masa ini 53 udah kelihatan kerempeng beuudd..
Sayangnya tablet rusak, jadi ga bisa pajang foto terbaru disini sebagai bukti.
Well, yang mau privat udah datang, nulisnya lanjut besok lagi.

17 February 2015

Sepenggal Chat Jadul wif My Partner in Crime (1)

Feb 09 9:16 AM
Mid:mkany kmrn aq smpet mnta conto proposal gt
Feb 09 9:16 AM
Cha:oalaahhh  

Feb 09 9:17 AM
Cha:km tuh
Feb 09 9:17 AM
Cha:minta proposal KKN to
Feb 09 9:17 AM
Cha:lha yg ta kirim contoh prop skripsi

Feb 09 9:17 AM
Mid:ya itu jg
Feb 09 9:18 AM
Mid:tar cha tak tulis d hal persembahan
Feb 09 9:18 AM
Cha:sbg apa? 

 Feb 09 9:18 AM
Mid:kalo pasangan g ble yak?
Feb 09 9:19 AM
Cha:pasangan apa Mid? 
Feb 09 9:20 AM
Cha:pasangan main pet society??
Feb 09 9:20 AM
Cha:wkwkwkwk

Feb 09 9:20 AM
Mid:pasangan sejati
Feb 09 9:20 AM
Mid:halah!
Feb 09 9:20 AM
Cha:beuhhh
Feb 09 9:20 AM
Cha:ngeri ngeri...bahasanya Midas...dalem
Feb 09 9:21 AM
Cha:ciri2 frustasi ditinggal kawin ama ce nya
Feb 09 9:21 AM
Cha:hehehe

Feb 09 9:21 AM
Mid:jgn memuji
Feb 09 9:21 AM
Mid:jd g enak
Feb 09 9:24 AM
Mid:tp pet society bole jg

Feb 10 12:13 PM
Mid:cha, ad ce mirip kmu d kmpus
Feb 10 12:13 PM
Cha:siapa tuh??
Feb 10 12:13 PM
Cha:diajak kenalan dunk

Feb 10 12:14 PM
Mid:tauk, lbh cntil tp
Feb 10 12:14 PM
Cha:wedeww...caper kali tuhhh soale ada km

Feb 10 12:15 PM
Mid:kan ad co ny cha
Feb 10 12:16 PM
Cha:kok km tau klo udh ada co nya

Feb 10 12:18 PM
Mid:d sblhny ad
Feb 10 12:19 PM
Cha:ahh...kakaknya kaliii 

 Feb 10 12:19 PM
Mid:bkn yoh
Feb 10 12:20 PM
Mid:ah cha, kan klo ktemu asik kan
Feb 10 12:40 PM
Cha:asik gmn siy?
Feb 10 12:40 PM
Cha:emg dangdutan
Feb 10 12:40 PM
Cha:hahahaha

Feb 10 12:41 PM
Mid:kalian klo bdwa kan srasi
Feb 10 12:41 PM
Cha:km bs bilang serasi liat dari mana??
Feb 10 12:41 PM
Cha:serasi bajunya..(kembaran baju)???
Feb 10 12:41 PM
Mid:hahahahahhaaaaa
Feb 10 12:41 PM
Cha:atau serasi model apanya gt?

Feb 10 12:42 PM
Mid:dr foto udh cocok
Feb 10 12:42 PM
Cha:cocok facenya mksdnya?

Feb 10 12:44 PM
Mid:mrasa g?
Feb 10 12:44 PM
Cha:emangnya muka quw mirip ya ama muka dia??
Feb 10 12:44 PM
Cha:jgn2 kita saudara kembar..
Feb 10 12:45 PM
Cha:jgn2 dia anak mama yg dibuang...wkwkwkwkwkwkw

Feb 10 12:45 PM
Mid:hahahahaaaa
Feb 10 12:47 PM
Mid:qta jg chemistryny msuk jg
Feb 10 12:47 PM
Cha:gt ya
Feb 10 12:47 PM
Cha:brarti kita cocok Mid..
Feb 10 12:47 PM
Cha:jgn2 kita kembar Mid...

Feb 10 12:47 PM
Mid:qta jg chemistryny msuk jg
Feb 10 12:47 PM
Cha:ya..seperti yg pernah aq blg...kembar siam malam

Feb 10 12:50 PM
Mid:wahahahaaaaa
Feb 10 12:51 PM
Mid:pngen maen bdwa aj
Feb 10 12:51 PM
Cha:ma sapa? 

Feb 10 12:51 PM
Mid:kocak2an aj
Feb 10 12:51 PM
Cha:ama ce yg td??

Feb 10 12:51 PM
Mid:mo liat sbrapa bloonny qta
Feb 10 12:51 PM
Mid:qta dul!
Feb 10 12:52 PM
Cha:wkwkwkwkwkwkw
Feb 10 12:52 PM
Cha:aq nyerah dehh..jelas bloon km lah
Feb 10 12:52 PM
Cha:tahta itu ga akan quw rebut dr km

Feb 10 12:52 PM
Mid:wah, kan kembar
Feb 10 12:53 PM
Cha:u're the best lahhh...(the best of the bad)

Feb 10 12:53 PM
Mid:wuedyan!

Feb 10 12:59 PM
Mid:lm g ktmu cha
Feb 10 12:59 PM
Mid:tak anterin potong po?
Feb 10 1:00 PM
Cha:jauhhh klo mo anter aq potong

Feb 10 1:00 PM
Mid:kmenong?
Feb 10 1:00 PM
Cha:aq biasa potong di tukang cukur bawah pohon beringin

Feb 10 1:01 PM
Mid:aq tar bw menyanny
Feb 10 1:02 PM
Cha:hahaha

Feb 10 2:38 PM
Mid:cha, ad pizza tradisional
Feb 10 2:39 PM
Cha:pizza apa? tempe?

Feb 10 2:39 PM
Mid:bkan, g ky ph
Feb 10 2:40 PM
Mid:d mozez
Feb 10 2:40 PM
Mid:enak loh
Feb 10 2:40 PM
Mid:bda bngt
Mid:saladny rd aneh tp
Feb 10 2:45 PM
Cha:weee 

Feb 10 2:45 PM
Mid:urunan dong
Feb 10 2:45 PM
Cha:mksdnya?
Feb 10 2:46 PM
Cha:km g pny duit jg?

Feb 10 2:46 PM
Mid:ad, tp dqit
Feb 10 2:46 PM
Cha:yaelahh
Feb 10 2:46 PM
Cha:brani2nya ngajak makan tp g pny duit
Feb 10 2:46 PM
Cha:wkwkwkwkwkwk

Feb 10 2:46 PM
Mid:bli stu bs bwt bdwa
Feb 10 2:46 PM
Mid:porsiny gde
Feb 10 2:47 PM
Mid:try 1st then comment
Feb 10 2:48 PM
Cha:Midas kagak modal..
Feb 10 2:52 PM
Cha:hahahaha 


Feb 10 2:52 PM
Mid:ac tp sumuk
Feb 10 2:53 PM
Mid:nyebahi
Feb 10 2:54 PM
Cha:freonnya rusak kaliii

Feb 10 2:54 PM
Mid:kbykn org
Feb 10 2:57 PM
Mid:wah, mbahas kewirausahaan
Feb 10 2:57 PM
Mid:slain ekonomi g dhong
Feb 10 2:58 PM
Mid:kt pak tikno wong goblok mbayare larang
Feb 10 3:03 PM
Cha:makanya jadi dukun aja
Feb 10 3:03 PM
Cha:"orang pinter" malah dibayar, ora mbayar

Feb 10 3:04 PM
Mid:weleh

11 February 2015

Studi Tour 2008

Studi Tour 2008

  Untuk kedua kalinya aku ikut study tour ke Jakarta, bosen sih ke Jakarta lagi Jakarta lagi... tapi apa boleh buat, diwajibkan! Tujuannya sama seperti sebelumnya, ke BEJ, yang kali ini plus ke BI juga. Pas itu ada teman yang caper gitu, sok-sok mau bawain koper lah, hahaha dia yang mau..ya sana bawa aja, aku mah melenggang jalan duluan. Paling dalam hatinya "Apes, tadinya mau bawain koper biar bisa jalan bareng. Ehh..malah ditinggal." Sorry, deh yaa... tapi makasih lho udah bawain koperku, eh bukan bawa dink, geret, kan ngga dijunjung. ^ - ^

05 February 2015

Bulan Februari 2015

Ga sengaja pas liat kalender, eh ternyata bulan ini tanggalan di bulan ini tersusun rapi membentuk kotak.

Bulan Februari tahun ini spesial, coba deh di cek :
1. Tanggal 1 di mulai hari Minggu dan berakhir di tanggal 28 hari Sabtu.
2. Ada 4 hari Minggu
3. Ada 4 hari Senin
4. Ada 4 hari Selasa
5. Ada 4 hari Rabu
6. Ada 4 hari Kamis
7. Ada 4 hari Jumat
8. Ada 4 hari Sabtu


Jika Tak Ada Hari Esok - Icha Jikustik

Bila tak ada hari esok lagi 
Bersama untuk berdua 
Maka gunakan sisa waktu yang 
Ada di dalam hidup ini 
Karena tak akan lama lagi oh
Bila tinggal sedikit saja waktu
Untuk kita berdua 
Maka maafkanlah segala janji 
Yang tak pernah terpenuhi 
Karena tak bisa tertebak segala

Kenanglah semua yang pernah 
Kita jalani bersama
Meskipun sekejap saja
Anggaplah selamanya

Bukanlah ini kehendakku 
Tapi ini jalan yang terbaik
Rindukan aku bila 
Tak pernah ada hari esok

Bila tak pernah ada hari esok 
Untukku lagi 





Tetiba nemu lagu ini di playlist, dulu ada yang ngirim :)

VuL oF LuV