Showing posts with label sepi. Show all posts
Showing posts with label sepi. Show all posts

29 December 2015

Si Pengirim Pulsa

Beberapa bulan belakangan ini pulsa aku selalu bertambah dengan sendiri. 
Asyiiik... seneng sih, tapi siapa yang ngirim???
Nah, lho...itu yang aku ga tau.
Buat yang ngirim pulsa entah dimana keberadaannya, makasih banyak ya...
Semoga rezekinya tambah banyaaaaak..jadi besok lagi kalo ngirim pulsa sekalian ngirim i phone terbaru gitu. Hehehe

28 February 2015

Lapang Dada

Hari ini pengumuman lomba turun lemak. Astaghfirullah, mungkin karena 3 minggu kemaren terlalu percaya diri bisa masuk 3 besar berdasar hasil kadar lemak yang terus turun, eehh kemarin malam dengan lahapnya makan french fries ukuran small. Kirain makan segitu doank ga bakalan ngaruh, ternyata SALAH BESAR. Akibatnya pas ditimbang kadar lemak malah naik jadi ke posisi semula pas sebelum lomba. Huhuhuhuhu sedih banget, nyesel abis deh. Makannya ga seberapa tapi bikin lemak naik lagi. Udah gitu usia sel yang tadinya udah turun jadi 31, naik lagi ke 35. Berat badan sih ga naik, masih tetep cuma kadar lemaknya aja.

Pelajaran hari ini adalah:
  1. Jangan menggampangkan sesuatu. Karena udah turun selama 3 minggu, trus dengan gampangnya makan FF sambil mbatin "ahh makan FF dikit doank ga akan ngaruh." 
  2. Lapang dada. Kalau udah begini hasilnya ga bisa apa-apa lagi selain menerima dengan hati lapang. 
^ - ^

05 February 2015

Bulan Februari 2015

Ga sengaja pas liat kalender, eh ternyata bulan ini tanggalan di bulan ini tersusun rapi membentuk kotak.

Bulan Februari tahun ini spesial, coba deh di cek :
1. Tanggal 1 di mulai hari Minggu dan berakhir di tanggal 28 hari Sabtu.
2. Ada 4 hari Minggu
3. Ada 4 hari Senin
4. Ada 4 hari Selasa
5. Ada 4 hari Rabu
6. Ada 4 hari Kamis
7. Ada 4 hari Jumat
8. Ada 4 hari Sabtu


01 February 2015

Samsung Note 10.1 GT-N8000-ku Kenapa???

Hikss... Selasa, 27 Januari 2015 muncul peringatan di tablet untuk update software. Oke, aku klik..udah jalan 8%, tapi trus nyadar kalau byte untuk update ternyata besar sekitar 800-an MB. Akhirnya aku stop, karena aku pikir nanti malam aja pake paket murah dari provider (jam 12 malam keatas). Sebenarnya sekitar 3 hari sebelumnya beberapa aplikasi seperti FB, Instagram, UC Browser, dll kalau dibuka sering closed sendiri, udah tanya teman dan googling pake IE (coz UCB sama skali ga bisa dibuka) katanya suruh clear cache or force dan udah aku lakukan tapi hasilnya tetep aja ke close.
Selasa sore, tiba-tiba tabletku ga bisa dioperasikan, cuma ada tulisan SAMSUNG bla bla bla doank. Tanya teman yang ngerti IT rata-rata jawabannya suruh tekan power dan volume down bersamaan. Oke, aku ikutin tuh perintah mereka trus muncul tulisan WARNING bla bla bla
Tekan Volume up untuk lanjut
Tekan Volume down untuk cancel (restart)
Berhubung rada ga ngerti dengan bahasa program, akhirnya pilih "volume up". Ehh..kluar deh logo android trus dipojokan ada tulisan odin (apaan ini, aku ga ngerti blas). Karena bingung aku googling pake laptop and modem (kembali ke zaman dulu deh) nemu tuh yang kasusnya sama trus disitu ada petunjuk apa aja yang harus dilakukan, termasuk instal odin.
Semua petunjuk aku ikutin, flashing selesai dilakukan. Hasilnya?
Ga ada perubahan sama sekali. Hwaaaaaa.....tetep aja tuh tablet ga nyala, cuma ada tulisan SAMSUNG doank dilayar. Hufff...

Anyone can help me??? *desperate*


31 December 2013

The Boys Part 1 (Ketika Cinta Menyapa)



Puru
“Nama yang aneh!” begitu pikirku saat itu. Tapi… orangnya ga aneh kok. Bertubuh tinggi standar anak-anak SMP kelas 3, putih, cakep, keren, modis. Kira-kira seperti itulah ciri-ciri fisiknya. Dia selalu membawa tas ransel warna abu-abu dan sepeda Polygon yang sewarna dengan tasnya. Dikagumi banyak cewe, itu udah pasti.
Kami bertemu pertama kali di kelasku ketika istirahat setelah Ulangan Umum sesi 1. Di SMP ku, setiap Ulangan Umum siswa selalu di acak. Anak kelas 1 duduk sebangku dengan kelas 2 atau kelas 3. Kebetulan saat itu aku kebagian jatah duduk dengan kelas 3D.
Ulangan Umum sesi 1 hari itu sudah selesai. Sebelum lanjut ke sesi 2, anak-anak beristirahat. Sebagian ada yang jajan di kantin, ada yang bermain-main, ada juga yang tetap duduk di kelas sambil membaca-baca materi untuk Ulangan selanjutnya. Dan aku melakukan yang terakhir itu. Di sebelahku duduk kakak kelas 3, namanya Betty. Mba Betty juga melakukan hal yang sama, membaca. Sambil sesekali kami mengobrol santai. Tiba-tiba terdengar suara gaduh di belakang kelas, aku membalikkan badan untuk mencari tahu dari mana arah suara itu. Mataku mengarah seiring putaran bahu dan berhenti tepat di bangku pojokan kelas sebelah kanan. Bagai melihat pangeran turun dari langit, (Hahaha lebay!) tampak seorang cowo yang sedang melihat ke arahku. Kami saling bertatapan selama beberapa menit, tanpa kedip! Entah karena sama-sama terpesona atau karena emang kebetulan aja. Anehnya, jantungku berdegup kencang. Akhirnya aku membalikkan badan ke posisi semula, memegang buku dan mencoba meneruskan bacaanku, tapi sepertinya pikiranku mulai kacau. Yang ditatap sih buku, tapi yang ada dipikiran malah si cowo tadi.
Bel tanda 5 menit lagi Ulangan sesi 2 akan dimulai, berbunyi…
Rupanya cowo tadi tidak duduk di kelasku, dia ke kelasku hanya untuk menemui temannya yang sama-sama kelas 3D. Kebetulan di samping kiriku ada kaca jendela, saat aku melihat ke arah jendela… Wow!! Ternyata cowo itu berdiri dibalik jendela sedang berbicara dengan temannya, tapi kenapa matanya mengarah ke aku. “Aduuh..jangan2 dia udah berdiri disitu dari tadi, trus merhatiin aku. OMG!! Aku malu banget..” dan untuk kedua kalinya kami bertatapan lagi, hingga akhirnya dia pergi menuju kelasnya.
Hari berikutnya…
Sama seperti hari sebelumnya, cowo itu datang lagi ke kelasku saat istirahat. Kami pun bertatapan lagi tapi tak selama kemarin dan kali ini aku sudah bisa mengontrol degup jantungku. Hehehe… Aku beranikan diri untuk bertanya ke mba Betty.
“Mba, cowo yang lagi ngobrol sama mas Agus itu siapa sih?”
“Ooh..itu Puru. Emang kenapa dik?”
“Hmm.. ga papa mba cm nanya aja.” Begitu kataku sambil berusaha bersikap sealami mungkin biar ga mencurigakan.
Ulangan Umum selesai. Pembagian rapot. Libur seminggu. Masuk sekolah lagi.
Hari itu pelajaran Bahasa Indonesia, yang mengajar adalah Pak Petrus, wali kelasku. Oiya, aku selalu duduk di bangku paling depan bersama Ugi. Ugi ini orang pertama yang aku kenal saat pertama kali pindah ke Jogja dan kebetulan kami dapat kelas yang sama, 1D. Pak Petrus memulai pelajaran, dia menerangkan beberapa hal, kemudian memberikan soal. Saat anak-anak sedang mengerjakan soal, tiba-tiba beliau berkata
“Kemaren saya ngajar kelas 3, trus tiba-tiba ada yang berteriak “Pak, titip salam ya buat Tessa.””
Geeerrrrrrrr… sontak semua anak-anak di kelasku tertawa dan mengejekku.
“Cie…cie… ada yang dapet salam dari kakak kelas.”
“Siapa tuuuh???”
“Asiiik kita ditraktir makan-makan niih.”
Aduuuh aku malu banget saat itu, tapi seneng juga sih sebenernya. Cuma aku kan belum tahu siapa yang ngirim salam, mana pak Petrus juga ga mau kasih tahu siapa nama pengirimnya.
Teng.. Teng.. Teng..
Bel istirahat berbunyi, beberapa anak berhamburan keluar kelas, begitu juga aku tapi aku ga ke kantin. Aku hanya bermain bersama anak-anak di dekat kelas 1C. Huffftt… aku melihat seseorang datang berjalan ke arahku. Mas Puru! Dia mendekatiku dan menyerahkan sepucuk surat dan berlalu pergi tanpa kata. OMG… Cowo sekeren itu dan pujaan banyak cewe di sekolah ngasih aku surat di depan banyak orang ? Rasanya pengen terbang ke awan terus diem aja disana ga turun-turun karena malu. Akhirnya aku tinggalkan kerumunan teman-temanku itu dan masuk ke dalam kelas. Dengan muka berseri-seri aku buka surat itu.
“Dik, nanti pulang sekolah aku tunggu di gerbang. Kita pulang bareng ya!”
Hwaaaaaaaaaa…..rasanya pengen teriak sekeras-kerasnya.
Pelajaran selesai. Waktunya pulang. Aku memaksa Ugi untuk pulang bersamaku. Kami berdua berjalan menuju gerbang, tampak disana mas Puru sudah menunggu dengan sepedanya.
“Mas, pulangnya bareng Ugi ya.. soalnya aku biasa jalan kaki bareng dia.”
Ugi tiba-tiba berkata “Ngga usah, aku mau pulang mbonceng Yani aja.”
Aku langsung mengedipkan mata ke Ugi dan bilang “Ahhh biasanya juga pulang bareng aku, jalan kaki.”
Aku tetap menggandeng Ugi dan mulai berjalan. Mas Puru yang sedari tadi cuma diam aja tampak bingung, mungkin dia juga kecewa karena yang diajak pulang bareng kan aku, tapi aku malah ngajak Ugi juga. Akhirnya kita pulang bertiga, jalan kaki. Sepedanya mas Puru? Nah itu dia, sepedanya dituntun. Hahaha…
Begitulah yang terjadi setiap pulang sekolah, meskipun mas Puru pernah bilang kalau dia ga suka pulang bertiga, tapi aku ga mau. Aku tetep aja ngajak Ugi. Pernah suatu kali pas pulang bareng, kita jalan lewat jalan lain ga seperti biasanya. Pas lewat daerah yang banyak semak-semak dan pohon-pohon tinggi, saat lagi asik ngobrol sambil jalan, terdengar bunyi “kresek…kresek..” dibalik semak-semak. Kami berhenti dan memperhatikan ke arah suara itu dan ….
Hwaaaaa… Anjiiiiing!!
Tanpa pikir panjang, kami langsung lari dari kejaran anjing itu. Untungnya ada warga situ dan kami pun terselamatkan.
Hari berganti.. bulan berlalu.. mas Puru yang saat itu sudah kelas 3, lulus dan melanjutkan ke SMA. Begitu banyak kenangan yang dilalui, mulai dari pertama bertemu, kirim-kiriman surat, pulang sekolah bertiga, yang paling ga enak adalah dijutekin cewe-cewe yang pada naksir sama mas Puru (mulai dari fans-nya yang seangkatan sama aku sampai kakak kelas).
3 tahun kemudian, ternyata aku diterima di SMA yang sama dengan mas Puru dan kebetulan kelasku berhadapan dengan kelasnya. Terus pas ketemu di SMA, rasanya masih sama ga? Ngga! Hahaha. Rasanya biasa aja, paling cuma saling sapa aja, ga pernah ngobrol sama sekali. Hmm.. mas Puru udah ga sekeren SMP dan dia udah punya cewe.
Sekarang mas Puru sudah punya istri. Komunikasi kami baik-baik saja sampai saat ini, dia aku anggap seperti kakakku sendiri.


So, buat para ababil… ga usah deh yang namanya putus trus lama move on atau malah musuhan, kan mending sodaraan. Begitu lebih baik!
*sok tua banget ya gw*
^-^

17 June 2013

Apaan sih ga jelas banget !!


Pernah ga sih ngalamin komplikasi mood? 
Hari ini 17 Juni 2013 rasanya aku terserang itu.
Mungkin sebenarnya ini bukan pertama kalinya, pasti secara ga sadar sebelum ini aku pernah ngalamin.Ga enak emang hidup bergantung pada oranglain, ga bisa semaunya karena harus mikirin oranglain juga. Ada sih uang hasil ngajar and hasil nukerin dolar kemarin, tapi...ga bisa seenaknya juga buat ini itu. Pengen nonton Fast 6 tapi di bioskop sini udah ga tayang, pengen nonton Man of Steel tapi ga boleh. Pengen pulang bareng tapi harga tiket pesawat pas hari and jam segitu harganya mahal. Pengen pulang belakangan tapi aku yang bawa kunci. hffftt... sedeeehhh...

Yaa udah sana selamat bersenang-senang deh yang pada mo jalan ke Cibubur Junction !
I'm fine *air mata netes*
Dari awal udah kepikiran kalo sampe sini pengennya tiap hari olahraga, tapi apa boleh buat ternyata ujan mulu. Pengennya juga tiap hari ngetik jadi pas mau pulang udah bisa di print trus dikumpulin deh, tapi belum ada ide mau bikin koreo yang kaya gimana.

Stuck! berasa keciiiiiilllll banget di dunia.
Sepi, ga se-excited kemarin pas baru nyampe. Apa karena kemarin terlalu excited? tapi perasaan setiap kesini emang selalu excited, coz banyak hiburan, bisa makan apa aja and bisa kemana aja.

Entahlah, mungkin aku yang salah.

(-,-)
''''''''

VuL oF LuV