28 April 2010

From Paris With Love



Di kota Paris, seorang pemuda, James Reese (Jonathan Rhys Meyers) bekerja di kedutaan Amerika. Ia diminta bekerjasama dengan seorang mata-mata Amerika, Charlie Wax (John Travolta) untuk menghentikan penyerangan sekelompok teroris di kota tersebut.

Film ini keren banget. Apalagi aksinya John Travolta pas melawan para teroris. Mantab euy..
Dalam film ini si Reese terkejut saat mengetahui bahwa kekasihnya adalah seorang mata-mata teroris, ia sangat terpukul padahal ia sangat mencintai kekasihnya itu. Ia baru menyadarinya ketika di seluruh ruangan apartmentnya ditemukan banyak penyadap. Sang kekasih akhirnya kabur (tdnya mereka tinggal bersama) dan dia berniat untuk melakukan bom bunuh diri pada acara konferensi tingkat tinggi internasional, namun usahanya gagal karena sebelum ia meledakkan dirinya, Resee membunuhnya terlebih dahulu.

26 April 2010

Cerbung Part 2

Masih inget kan ama cerbung part 1 ???
Klo lupa boleh kok dibaca lagi. hehehe...

Malam itu, entah kenapa tiba-tiba Mona teringat kenangannya bersama Johny.
Mona mengirimkan pesan:
"Aduuhh..
knp aku jd teringat kenangan2 itu..
padahal mungkin aja itu semua udah ga penting".

Keesokannya, ketika matahari sudah tepat berada lurus diatas kepala,
Johny mengirimkan balasan dan beginilah percakapan yang ada:
"Kenangan yang mana kah, Mon?"

"Kenangan yang dulu pernah dilewati bersama..
Itu semua serius atau hanya gurauan saja?"

"Tidak mungkin itu hanya gurauan, memang apa tujuannya?"

"Kalau sekarang semuanya jadi begini dan
tak ada satupun keterangan yang dijelaskan,
tidaklah salah kalau berpikiran seperti itu"

"Iya, maafkan aku yang belum memberikan penjelasan apapun"

"Ketika sang hujan..
berada dlm kebingungan..
berharap sang bunga tak layu dan mati..
tetapi ia tak mengerti..
cara menjaganya agar tetap hidup..
Hujan datang dan pergi..
semaunya sendiri..
tanpa ada kejelasan..
yang bisa diungkapkan.."

":) puisinya bagus..
Menurut kamu...orang yang ketika menemukan masalah
kemudian orang itu memilih untuk menghindarinya
daripada menghadapinya, bagaimana?"

"Orang yang menghargai hidup akan berusaha menyelesaikan masalahnya..
Apabila setiap ada masalah hanya dihindari,
lama kelamaan akan menumpuk dan itu tambah tidak baik..
Selesaikanlah apa yang harus diselesaikan..
Sampaikanlah apa yang perlu disampaikan..
Jangan sampai menyesal..
Seperti kayu yang tak sempat sampaikan pesan kepada api
yang menjadikannya abu.."

Sampai akhirnya matahari mulai bersembunyi..
Begitulah percakapan itu diakhiri..
Seperti biasanya, tanpa ada balasan lagi..


Akankah Johny benar-benar menemui Mona untuk menjelaskan semuanya???
Nantikan episode selanjutnya...!!!

23 April 2010

[masih] Menunggu yang tak pasti

Entah apa yang sebenarnya ada di dalam pikirannya..
Entah apa yang terjadi pada dirinya..

Sebuah harap telah terucap
Sebuah janji telah terikrar
Namun kenyataan tak bisa ditebak

Apalah arti sebuah harapan
Apalah arti sebuah janji
Bila tak ada niat dalam hati
Untuk berusaha mewujudkannya

Perasaan itu datang lagi
Menghampiri diriku dipersimpangan
Ditengah kegalauanku
Untuk menentukan sebuah pilihan
Pilihan hidup yang harus diambil

Lagi..
Lagi-lagi aku merasa seperti bukan diriku
Dimana diriku yang dulu
Dimana keceriaan itu
Dimana ide-ide cemerlang itu

Mungkinkah rasa ini terlalu peka untuk merasakan
Merasakan semua yang telah terjadi
Mungkinkah rasa ini terlalu takut
Takut menghadapi kenyataan yang akan terjadi

15 April 2010

Shutter Island



Tahun 1954, dua Marshall Amerika menyelidiki hilangnya salah seorang pasien di rumah sakit para tahanan disebuah pulau di Massachusetts. Mereka menemui banyak rintangan saat mereka menginterogasi kepala rumah sakit, badai dahsyat dan semua keganjilan-keganjilan disekitar rumah sakit tersebut.

Sebenernya film ini sangat membingungkan..kalian baru akan mengerti apa arti dari film ini adalah pada saat kalimat terakhir yang di ucapkan Leonardo Di Caprio sebelum film ini selesai.

Mas Leo bilang gini: "Mana yg lebih buruk? Hidup sebagai monster atau mati sbg org baik?"

Jadi gini...si Leo, sebagai seorang Marshall (mirip kaya tentara gt deh) datang ke sebuah pulau untuk menyelidiki hilangnya seorang tahanan gila. Padahal sebenarnya tahanan itu memang tidak pernah ada. Itu hanya akal-akalan si penguasa pulau agar si Leo mau ke pulau itu. Ditengah perjalanannya mencari tawanan yang hilang itu, si Leo banyak bertemu dengan orang2 gila lainnya yg ditahan disitu juga.. Kebanyakan dari orang gila itu mengatakan bahwa mereka semua sebenarnya tidak gila melainkan mereka sengaja dibuat gila dan di cuci otaknya agar bisa menjadi anggota NAZI.
Terlebih lagi saat si Leo bertemu dengan seorang Psikiater ternama di sebuah goa, yang menceritakan bahwa memang benar pulau itu dibuat untuk mengubah manusia menjadi gila agar bisa menjadi anggota NAZI.

Mendengar semua berita itu, si Leo pun akhirnya berusaha untuk kabur dari pulau tersebut. Namun usahanya gagal karena dia berhasil ditangkap oleh pengusaha pulau tersebut. Mereka mengatakan kepada Leo bahwa sebenarnya si Leo itu dibawa ke pulau karena dia gila.

Menurut penguasa itu, Leo menjadi gila setelah membunuh istrinya karena istrinya tersebut telah membunuh ketiga anaknya di danau belakang rumahnya. Tidak dijelaskan juga mengapa istrinya itu membunuh anak2nya..

Hmmm...memang benar2 film yang membingungkan, sampai diakhir film pun tidak ada penjelasan yang pasti.

Hachiko



Seorang profesor perguruan tinggi (Richard Gere) memungut seekor anjing yang ditinggalkan dan akhirnya mereka membentuk sebuah ikatan tak terpisahkan. Si anjing tiba di stasuin kereta api menjemput tuannya pada waktu yang sama setiap harinya. Setelah profesor meninggal ditempatnya mengajar, si anjing tetap setia menunggu tuannya di stasiun tersebut selama hampir satu dekade.

Kisah nyata yang difilmkan ini memang sangat mengharukan.
Busyet deh...pas nonton dvd-nya di kost bisa mpe abis tissue stengah box..
Terharu banget melihat kesetiaan Hachiko yang selalu menunggu tuan-nya di depan stasiun.

Hiks..hiks...hiks..

VuL oF LuV