14 December 2015

Perpanjangan SIM A

Hampir 2 bulan terakhir sibuk banget ngurusin privat, sampe badan pegel-pegel. Niatnya sih mau pijet tapi apa daya gagal mulu. Rasanya kalo udah di atas kasur sambil maen tab, udah mager banget. Hahaha... Apalagi kemaren pas harbolnas (hari belanja online nasional) itu 3 hari cuma ngubek lazada, buka lapak, matahari mall.com, tokopedia, dll. Walhasil menurut aku lebih murah di lazada, mungkin kebetulan aja kali yaa...karena barang-barang yang aku cari, pas yang murahnya ada disitu. 

Libur UAS kali ini juga aku manfaatkan untuk perpanjang SIM A. Berhubung aku pindah kewarganegaraan (pindah KTP), otomatis perpanjang SIM harus cabut berkas dulu dari daerah sebelumnya. Untungnya punya temen SMA yang jadi polisi, jadi bisa minta tolong diurusin surat cabut berkasnya. Kamis, 10 Desember 2015 jam 10 WITA aku menuju ke Polres. Busyeeeeetttt itu Polres udah kaya pasar tumpah, rame banget! Pikirku mungkin hari ini urus surat dokter aja dulu, besok baru minta blanko perpanjangan. Ehh....di tempat cek kesehatan juga antrinyaaaaaaaa mengerikan. Terpaksa pulang dengan lemas karena hari itu lumayan panasss. Jumat, 11 Desember 2015 jam 7.30 WITA aku udah on the way menuju Polres tanpa sempet sarapan. Ruang cek kesehatan belum buka, meski yang antri udah bejibun. Tepat jam 08.00 ruang cek kesehatan dibuka langsung diserbu, aku dapat antrian no. 3. Selesai dapat surat sehat, aku langsung menuju loket pengambilan blanko yang harus diisi tapi sia-sia cek kesehatan di awal karena meski di papan tertulis buka jam 08.00 kenyataannya buka jam 10.30. Kebetulan itu hari Jumat, jadi jam 11.45 petugas mengumumkan istirahat sholat Jumat. Banyak sekali pengantri yang akhirnya pulang karena mereka pikir kantor akan buka lagi jam 13.00. Aku tetap setia menunggu disana dengan 3 orang ibu-ibu. Tiba-tiba ketika sudah sepi, seseorang keluar dari ruangan "Ayo, siapa yang belum foto?" Tanpa pikir panjang aku langsung masuk ke ruang foto, begitu juga ibu-ibu yang lain. Tidak sampai 1 menit selesai dan kami diminta mengambil SIM hari Senin. Mengapa kali ini banyak sekali yang membuat SIM????? Katanya karena ada pemutihan dan penurunan biaya pembuatan. Hmmm...pantes aja kemaren yang ngantri kebanyakan pada pake seragam SMA. Oiya, kali ini aku hanya membayar Rp80.000,00 aja untuk perpanjangan.

Langkah perpanjangan SIM (ini menurut pengalaman aku kemaren, entah di daerah lain sama atau tidak):
1. Photocopy SIM lama 1x
2. Photocopy KTP terbaru 1x
3. Bawa SIM lama asli
4. Cek kesehatan di tempat yang sudah ditunjuk Polres setempat
5. Bawa hasil cek kesehatan ke loket pengurusan SIM di Polres
6. Isi blanko yang diberikan sesuai dengan data sebenarnya
7. Serahkan blanko yang sudah diisi ke petugas loket tadi
8. Tunggu panggilan untuk foto
9. Foto
10. SIM baru sudah jadi, tinggal bayar biayanya. Selesai.

21 September 2015

Isyana Sarasvati - Tetap Didalam Jiwa

Tak pernah terbayang akan menjadi seperti ini pada akhirnya
Semua waktu yang pernah kita lewati bersamanya telah hilang dan sirna
Hitam Putih berlalu
Janji kita menunggu
Tapi kita tak mampu
Seribu satu cara kita lewati ntuk dapati semua jawaban ini

Bila memang harus berpisah
Aku akan tetap setia
Bila memang ini memang ujungnya
Kau kan tetap ada di dalam jiwa
Tak bisa tuk teruskan
Dunia kita berbeda
Bila memang ini ujung nya
Kau kan tetap ada di dalam jiwa

Memang tak mudah tapi ku tetap menjalani kosong nya hati
Dulula mimipi kita yang pernah terjadi tersimpan tuk jadi history

Hitam putih berlalu
Janji kita menunggu
Tapi kita tak mampu
Seribu satu cara kita lewati tuk dapati semua jawaban ini

Bila memang harus berpisah
Aku akan tetap setia
Bila memang ini memang ujungnya
Kau kan tetap ada di dalam jiwa
Tak bisa ntuk teruskan
Dunia kita berbeda
Bila memang ini ujung nya
Kau kan tetap ada di dalam jiwa

Tak bisa tuk teruskan
Dunia kita berbeda
Tak bisa tuk teruskan
Dunia kita berbeda
Tak bisa tuk teruskan..(ouw..ho)
Dunia kita berbeda
Tak bisa tuk teruskan
Dunia kita berbeda

Bila memang harus berpisah
Aku akan tetap setia
Bila memang ini memang ujungnya
Kau kan tetap ada di dalam jiwa
Tak bisa tuk teruskan
Dunia kita berbeda
Bila memang ini ujung nya
Kau kan tetap ada di dalam jiwa

Status di Medsos

Berhati-hatilah menulis status di medsos, karena tak semua orang berpikiran positif. Terutama orang yang tidak menyukai kita. Hehehe...
Sebenarnya semua tergantung niat, misalnya saja ada yang menulis
"Alhamdulillah, dapat mobil baru."
Ya kali aja dia maksudnya bkn riya' kali aja saking happy-nya jadi dia menulis begitu.
Kalo itu tadi contoh dari oranglain, hari ini aku juga merasakannya ketika menulis status "Ya Allah, turunkanlah hujan agar tanah kami subur ... Aamiin."
Beberapa orang menjawab amin dan ada 1 orang berkomentar sambil menertawakan "semoga doamu dibaca malaikat"
Mungkin pikirnya "berdoa kok di status".. 
Hmmm...padahal niat aku menulis status seperti itu bukan utk meminta belas kasih oranglain, ya aku tau malaikat kan ga bbman tapi maksud aku semakin banyak yang mengaminkan doaku, semoga semakin cepat doa itu terkabul. Doa tersebut juga bkn hanya untuk aku, menurutku itu doa umum sehubungan dengan kejadian bencana kabut asap yang melanda daerah sini.



Inti dari tulisan ini:
1. Lebih berhati-hati menulis status
2. Positive thinking dengan status oranglain

Hehehe masih belajar lho aku, kalo ada salah ingetin yaaa...tapi jgn dimarahin :p

11 September 2015

Mereka Bilang Aku Aneh

Menjadi beda dari yang lain. Anak sekarang menyebutnya no mainstream. Hak seseorang untuk memilih jalan hidupnya, akan menjadi diri sendiri atau mengikuti jejak orang lain. Beberapa waktu yang lalu saat buka puasa bersama SMA, seseorang nyeletuk "Kamu itu dari dulu aneh!" dan beberapa teman yang lain pun ikut mengiyakan , sementara sisanya diam saja. Entah apa yang dimaksud dengan aneh, aku bertanya pun hanya dijawab "ya pokoknya aneh." 

Huff...sebelum kejadian itu, aku mengajak mereka berfoto dengan tongsis yang aku bawa, lalu aku ajak juga membuat dubsmash... dan terdengarlah celetukan itu. Bingung juga, apanya yang aneh ya???

Masa SMA, aku hanya dekat dengan 2 teman cewe, sisanya cowo semua. Entah kenapa bisa begitu, aku merasa nyaman bermain dengan teman-teman cowo daripada dengan cewe-cewe yang sibuk membahas perawatan di salon, shoping barang branded dan cowo-cowo yang mereka taksir. Bahkan saat aku ikut kegiatan TONTI, ketika jam istirahat aku lebih memilih jajan sendiri di kantin atau duduk sendiri di suatu tempat sambil makan bekal yang kubawa dari rumah. Memang di regu TONTI ada beberapa orang yang dominan, sementara sisanya yang minoritas terkadang hanya ikut-ikutan biar dibilang "eksis". How about me? Aku lebih memilih sendiri daripada jadi follower abal-abal (sayangnya waktu itu 2 temanku yang cewe tak masuk TONTI).

Bullying juga terjadi pada masa itu. Suatu sore sepulang perlombaan TONTI Kabupaten, aku berdiri di tepi jalan menunggu bus kota, sendiri. Tiba-tiba sebuah motor berhenti tepat di depanku.
"Aku antar pulang, yuk! Tapi tunggu aku antar temanku dulu yaa.." kata cowo yang membawa motor. Sementara dibelakangnya duduk seorang cewe yang seregu TONTI denganku. Dia tampak sinis memandangku, kemudian memukul punggung si cowo sambil berkata "Iiihh ayo, cepet katanya mau ke rumahku.". Aku masih terdiam melihat tingkah mereka berdua di depanku. Si cowo ternyata masih menunggu jawabanku dan dia bertanya hal yang sama sekali lagi, lalu kujawab "Tidak, terima kasih. Aku naik bus aja.". Cewe itu terus merengek untuk segera pergi, akhirnya mereka hilang dari hadapanku. Jujur aku tidak mengenal siapa cowo itu, aku hanya tahu dia itu anak kelas 1-3 tapi aku tidak tahu namanya. Keesokan paginya, sebelum bel masuk berbunyi, aku pergi ke kelas 1-2 untuk menemui temanku. Aku berdiri di depan pintu sambil menunggu temanku keluar dari kelas, tiba-tiba ada yang menarik rambutku dari belakang dan menendang kakiku sambil berkata "Awas ya, jangan pernah dekati Cahya.". Aku refleks dan membalas menendang kakinya. Orang-orang yang melihat langsung segera melerai. Dia berlari ke mejanya dan menangis. Aku tidak jadi berbicara dengan temanku, aku langsung kembali ke kelas. Beberapa hari kemudian aku baru tahu kalau ternyata si cewe itu naksir sama si cowo yang nawarin nganter pulang, tapi si cowonya malah suka sama aku. Trus kalau kaya gitu, salah gue??? Meski si cewe tadi adalah anggota genk mayoritas di regu TONTI. Capedeh!!! 12 tahun kemudian si cewe itu nge-add aku disalah satu media sosial dan nampaknya dia lupa dengan apa yang telah diperbuatnya.

Menjadi mayoritas terkadang tak selalu baik, mereka hanya menang kuasa dan belum tentu tingkah lakunya patut ditiru. Menjadi anggota mayoritas dan minoritas itu pilihan, gunakan hati nurani dan akal yang sehat untuk menentukannya. Tak menjadi bagian dari suatu kelompok bukan berarti bermusuhan, semua tetap berteman hanya saja terbatas untuk hal-hal tertentu.

Be smart!!!

30 June 2015

Happy Wedding, Bro !

Diawali dengan kebiasaan bertukar sepatu hingga akhirnya menjadi akrab, lalu musuhan karena suatu hal, dan kembali akrab.
We have grown up together!
Thank you udah :
1. Ngajarin arti take and give
2. Ngajarin arti pengorbanan dan kesetiaan
3. Ngajarin hidup toleransi beragama
4. Ngasih Fererro Rocher kalo abis marahan
5. Ngasih kejutan yg selalu gagal tiap ultah:)
6. Ngasih kado unyu2 pas ultah
7. Nganter jemput pas les, skul n kul
8. Ngasih mawar hampir tiap hari
9. Ngasih berbagai macam coklat
10. Jagain aku
11. Ngertiin aku
12. Ngajarin maen game
13. Ngajarin komputer
14. Bantuin aku pas ga bisa apa-apa
15. Nyervisin motorku ke bengkel
16. Nyuciin motorku
17. Buatin desain undangan pernikahanku
18. Keep contact

Time flies so fast, but memories last forever.
Kenal selama 15 tahun dan hampir tiap hari ketemu selama 8 tahun, bukan waktu yang singkat. Begitu banyak peristiwa kita lewati bersama. Mulai dari marahan dipinggir jalan hanya karena aku mau pulang sekolah naik bis, tapi kamu tetap mau nganterin. Pas uang jajan bulanan habis padahal pengen banget beli mi ayam sampe akhirnya beli 1 tapi dijadiin 2 mangkok (hahaha). Pas kamu sakit campak sampe frustasi pengen bunuh diri (ini konyol, hahaha) dan tiap pagi aku nganterin bubur buat sarapan. Paling ngeri kalo pas kamu emosi dan udah mulai mukulin tembok, mending sih mukul samsak aja kan lumayan latian jadi petinju (peeeeaace...). Hobi kita adalah maen timezone, sampe dapet tiket buanyaak trus ditukerin gifts (selemari penuh). Ritual tiap hari yang kudu dilakukan adalah dinner, sampe kamu bilang kamu ga mau makan kalo ga bareng aku (co cuitt apa pemaksaan secara halus nih? Hahaha). Jalan-jalan kalo pas libur contohnya ke Borobudur karena keasyikan ngobrol malah nyasar sampe Temanggung, mau nanya orang tapi kamu bilang ga usah (emang sih tagline kamu beda dari yang lain "mending tersesat daripada bertanya" hahaha). Pas nemu camdig baru, kita langsung keliling Jogja buat foto-foto trus kamu cetak and disusun dibingkai yang kamu buat sendiri dari sterofoam (kereen!!). Waahh saking banyaknya mungkin bisa sampe besok pagi aku ngetiknya. Takdir kita memang begini, kita ga bisa bersama tapi menurutku ini jauh lebih baik karena ga akan ada lagi marahan dan cemburuan diantara kita.
 (^ - *)

Selamat menempuh hidup baru yaaa..
08-08-2015
Happily forever after \(^_^)/


With love,

Ibu kecilmu



VuL oF LuV