07 October 2016

Nyeri Punggung Kanan dan Tulang Rusuk Kanan

2 bulan lalu saat liburan ke rumah mama, ga tau kenapa bangun tidur punggung rasanya sakit sekali. Selama beberapa hari begitu terus, sampai sering terbangun karna ga bisa tidur. Tanggal 4 Oktober 2016 sebelum mengajar kelas 4, aku nonton TV dan ga sengaja ketiduran, tiba2 terdengar suara ketukan pintu. Rupanya murid sudah datang. Aku langsung loncat dari kasur dan membukakan pintu. 

Beberapa menit setelah mulai mengajar, aku merasa punggung kanan dan tilang rusuk kanan nyeri. Aku coba untuk menolehkan badan ke kanan dan ke kiri, rasanya malah bertambah sakiiiit..

Malam harinya ketika tidur, aku coba miring ke kiri dengan maksud agar punggung kanan dan rusuk kanan tidak tertindih, tapi.... sekitar jam4 aku terbangun dan rasanya nyeriiiii amat sangat sampai sulit bangun padahal sudah kebelet pipis. Akhirnya aku tidak tidur lagi, karena posisi apapun terasa nyeri. Siang hari rasa sakitnya mulai berkurang, sehingga aku bisa beraktivitas. Sehabis maghrib, aku pergi ke tukang urut urat, dugaanku mungkin ada urat yang ketarik atau terjepit. Setelah diurut rasa nyeri lumayan berkurang dan aku bisa menolehkan badan ke kanan dan ke kiri. Aku pun tidur masih dengan posisi miring ke kiri. Tiba2 jam setengah 3 aku terbangun karena badanku tak dapat bergerak. Aku coba mengangkat tangan atau kaki pun tak kuat karena nyeri punggung kanan dan rusuk kiri yang teramat sangat. Aku menangis. Sakitnya sungguh luar biasa. Untuk sementara aku terdiam dan meminta bantuan ditarik untuk bangun. 

Dugaan kedua kemungkinan sakit ini karena tidur di kasur busa. Akhirnya aku memutuskan tidur di lantai beralaskan karpet tipis. Lumayan berkurang dan aku bisa tidur lagi sampai subuh. Sehabis sholat subuh, aku kompres punggung kanan dengan handuk hangat. Aku usap juga dengan air garam. Dan ku olesi obat feldco yang fungsinya mirip conterpain. Siangnya nyeri berkurang, bahkan sore hari aku merasa sudah baik2 saja. Hanya nyeri 1 titik saja, kemungkinan "njarem" bekas dipijat tukang urut. Malam harinya (tadi malam) aku tidur terlentang karena sudah tidak merasa nyeri di punggung. Namun ternyata aku terbangun jam 1 dan merasakan nyeri hebat lagi yang akhirnya aku putuskan pindah tidur di lantai.

Ooohh... kenapa ini? Kenapa aneh sekali? Pagi ini, saat aku mengetik ini tidak terasa apa2, tidak sakit juga tulang punggung kanan dan rusuk kanan. Sehat. Aku bisa berguling ke kanan dan kiri. 

Semoga saja nyeri punggung dan tulang rusuk kanannya benar2 sudah pergi, jangan kembali lagi, karena sangat mengganggu ketika istirahat malam. Yang seharusnya bangun pagi segar bugar, jadi rada pusing, bad mood, dan meringis menahan nyeri.

Krisis Kepercayaan pada Orang Lain


Berkali-kali dikecewakan oleh teman atau pernah juga oleh sahabat sendiri membuat aku harus berpikir beberapa kali untuk memiliki teman, terutama teman dekat.

Ya, benar. Manusia diciptakan dengan berbagai karakter masing-masing lengkap beserta kelebihan dan kekuranganmya. Dikecewakan sekali dua kali mungkin tidak terlalu berasa sakitnya, tetapi lebih dari itu??? Hmmm..bisa dibayangkan ya?

Saat kamu berpikir temanmu bisa menjaga rahasiamu, namun ternyata malah menyebarkannya. Perih...

Saat kamu berpikir teman-temanmu bisa menghibur di kala kamu sedih, eh ternyata mereka tidak ada yang peduli dengan kesedihanmu karena mereka hanya ingin bersamamu saat kamu mentraktirnya, saat kamu bahagia, saat kamu banyak uang, saat kamu berada di jabatan yang lebih tinggi dari mereka, dll. Sedih...

Saat kamu berpikir teman-temanmu adalah teman yang kompak, tapi apa? Mereka malah membicarakanmu dibelakangmu. Pedih...

Saat kamu berpikir temanmu adalah teman yang baik, kenyataannya dia malah menusukmu dari belakang. Sungguh terlalu...

Manusia bisa belajar dari pengalaman diri sendiri atau pengalaman orang lain. Meskipun kau tak sempurna, tetaplah berbuat baik. Terkadang pilihannya adalah menyakiti atau disakiti.

Cinta Terbawa di Nasi Kotak









"Vi, hari ini jadi lunch bareng, kan?" Kataku bertanya pada Via.


"Uhm.. gimana ya, jadi sih tapiii aku dapet nasi kotak dari kantor." Via menjawab dengan nada bingung.


"Gini aja.. kita makan bareng, tapi nanti aku bawa makan sendiri. Gimana?"


"Nah, siip itu !!! Sampai ketemu di tempat biasa ya." Kata Via lalu menutup telponnya.


Awal aku mengenal Via karena kita dulu satu kantor. Dia sebagai head cashier dan aku kepala gudang. Kerjaan kita sebenarnya tidak saling berhubungan secara langsung, tetapi aku sering ke kantor accounting untuk bertemu dengan bagian purchasing yang kebetulan mejanya ada di sebelah meja Via.
Dia terlihat serius saat bekerja, saking seriusnya mungkin sampai tidak peduli di sekitarnya ada siapa. Untuk menarik perhatiannya, kadang aku mengusilinya. Dan dari situ kita jadi saling kenal. Bila pekerjaan Via sudah selesai, kadang dia main ke gudang (ruanganku) untuk curhat atau melihat-lihat stock barang yang ada. Seringnya bertemu dan bertukar pikiran membuatku lama-lama merasa nyaman dengan Via. Apalagi kita sering makan siang bersama, bukan berdua ya...karena rame-rame bareng teman yang lain juga.
Via juga membuat aku menjadi lebih religius. Jujur saja di umur hampir kepala 3 sholatku masih bolong-bolong, tapi karena Via sering mengajak sholat berjamaah, dengan senang hati aku jadi rajin sholat.


Suatu hari aku memberanikan diri untuk menyatakan perasaanku padanya. Aku berniat serius, aku mau menikahinya. Namun, jawaban Via membuyarkan mimpiku. Dia hanya menganggapku sebagai kakak. Mungkin aku yang terlalu berharap, apalagi sebenarnya aku tahu dia sudah memiliki kekasih. Tak apa... cinta tak harus memiliki, yang penting dia tahu bagaimana perasaanku.


Setelah penolakan itu, aku dan Via masih tetap berteman. Akan menyakitkan bila tak dapat memiliki lalu menjadi musuh. Aku sudah cukup bahagia hanya dengan melihatnya setiap hari. Beberapa bulan kemudian, Via resign karena diterima bekerja di perusahaan lain. Aku sedih. Aku tak ingin berpisah, tapi itu yang terbaik untuk karir dan masa depannya, maka aku mendukungnya.


Setelah Via pindah, ruanganku jadi sepi.. tak terdengar lagi gelak tawanya, suaranya, dan nada tingginya saat kujahili. Aku jadi lebih sering keluar ruangan dan berharap jam makan siang segera tiba.


Siang itu setelah telpon-telponan, aku dan Via bertemu di tempat biasa, yaitu timur gelanggang mahasiswa UGM. Kalau biasanya kita akan pergi cari warung nasi, jajan mie ayam, atau jajan soto, kali ini kita berdua hanya duduk di pinggiran pagar gelanggang yang ada pohon rindangnya. Hehehe... ya, dia makan nasi kotaknya dan aku makan bekal yang tadi kubeli di warung. Ini adalah unforgettable moment. Demi bisa makan bersama, meski bawa makan sendiri yang penting makannya bareng.


Via semakin sibuk dengan pekerjaan, hingga kadang dia tak sempat keluar cari makan dan harus delivery dari kantor. Lama-kelamaan kita jarang bertemu dan aku dengar kabar dia sekarang tinggal di luar kota. Kenangan nasi kotak itu lah yang paling membekas sampai sekarang.


24 August 2016

Hati-hati di Waterboom Kandangan

Perayaan 17 Agustus 2016 diadakan di kandangan yang disponsori oleh kantornya misua. Excited banget, secara di Tanjung kan ga ada tempat hiburan. Berbekal pengalaman menyenangkan naik seluncuran di Jungle (Bogor) dan pas ikut paket Bounty Cruise di Bali yang mana dari papan seluncur langsung nyeburnya ke laut dekat pulau Lembongan... akhirnya begitu sampai di Waterboom Kandangan langsung aja ganti baju renang, ambil ban dan naik ke seluncuran yang paling tinggi. Nunggu antrian beberapa orang. Tiba giliran aku dan misua, kita pakai ban angka 8, aku di depan dan misua di belakang. Awal dan tengah lintasan masih wajar, tapi begitu tikungan terakhir ban terbalik. Aku dan misua jatuh terjungkal terbanting ke sebelah kanan. Lutut kiri dan pangkal ibu jari kiri nyeri. Posisi ban jadi diatas kami. Byuuurr... akhirnya jatuh ke kolam. Aku menepi sambil memegangi lutut yang nyeri dan melihat beberapa teman misua yang juga terbalik di tikungan terakhir. Suaranya terdengar keras "glodag glodag...byuuurr."

Aku mengajak misua untuk mencobanya lagi. Kali ini misua yang di depan dan aku di belakang. Sama seperti pertama tadi, suasana awal dan tengah masih aman.. tapiiiii kali ini di tikungan terakhir aku terbanting sangat keras, jujur sampai hari ini masih trauma mendengar bunyi kencang saat kepalaku menghantam keras dinding seluncuran. Saat kejadian aku rasanya pasrah antara mau pingsan atau tetap sadar agar pas tercebur tidak tenggelam ke dasar kolam.

Seminggu berlalu, nyeri di kepala samping kanan masih terasa, kadang puyeng. Tulang pipiku biru, tapi sekarang agak mendingan. Lutut kaki lebam ungu kehitaman, pundak pun masih nyeri.

Menurut aku, sebaiknya pengelola memperbaiki papan seluncurnya di tikungan terakhir, itu terlalu menukik karena aku lihat banyak juga teman-teman yang terbalik disitu. Mungkin kalau ban terbaliknya masih gapapa, tapi kalau sampai terbanting dan kepentok, sakiiiit beuuud. Hiks.. semoga bisa segera diperbaiki.
Oiya, kaporit di kolam yang ada seluncuran tinggi ini terlalu menyengat di hidung. Di kolam anak-anak lebih enak, air lebih dingin dan tidak bau kaporit.
Untuk tempat dan kamar mandinya bersih, semoga selalu dijaga terus kebersihannya.

Catatan penting buat aku dan buat semua adalah "Selain berdoa sebelum meluncur, pastikan dulu keamanan papan luncurnya. Bisa dengan melihat bentuk/ alur seluncuran, bisa juga dengan melihat dulu orang lain yang meluncur."


Semoga pengalaman ini bermanfaat

Kirim Mobil dari Jakarta ke Banjarmasin

Waktu itu bingung gimana cara bawa mobil dari pulau Jawa ke Kalimantan, antara mau dibawa sendiri atau dikirim.
Ada plus minusnya, kalo bawa sendiri lebih safe ya karena mobil ga dipegang orang lain. Tapi... apa iya sanggup naik kapal dari Tanjung Priok ke Banjarmasin selama 3 hari diatas air? Belum lagi denger kabar tentang cuaca buruk di Laut Jawa, kan tambah ngeri. Sebenernya kalo dari Tanjung Perak cuma 18 jam perjalanan air, tapi kan dari Jakarta ke Surabaya perjalanan daratnya bisa 2 harian. Sama aja lamanya, belum cape nyetirnya.
Pilihan kedua adalah dikirim. Ya..mobil dikirim lewat jasa pengiriman. Tapi hati-hati yaa untuk yang belum pernah. Pastikan perusahaan jasa pengiriman tersebut benar-benar terpercaya. Selidiki dulu kantornya, tanya teman atau orang yang pernah menggunakan jasa perusahaan tersebut.
Setelah dipikir masak-masak, akhirnya sekeluarga memutuskan untuk pakai jasa pengiriman saja. Waktu itu dapat nomer telpon seorang karyawan jasa pengiriman PT. B dari sepupu yang pernah ngirim mobil. Sebelum aku telpon, aku browsing dulu dan menemukan website PT. B tersebut. Aku dan keluarga masih belum 100% percaya, karena hari gini bisa aja orang bikin website padahal perusahaannya abal-abal. Bukannya aku ga percaya sama sepupu, tapi kan waspada lebih baik. Besoknya aku coba mendatangi alamat kantor PT yang tertera di website. Lokasinya bonavid, di kawasan perkantoran elit tapi aku kaget karena ketika masuk kantor hanya ada 3 orang bapak-bapak yang sedang duduk santai pakai kaos, lebih mirip OB daripada pegawai kantoran. Kantor sepi, furniturenya pun sudah usang. Nama PT masih terpampang di dinding belakang meja resepsionis. Aku jadi curiga, jangan-jangan kantornya sudah tutup tapi websitenya masih ada dan dipakai untuk menipu orang. 1 orang bapak menghampiriku dan menanyakan ada keperluan apa kesana. Aku bilang mau tanya-tanya tentang pengiriman mobil. Si bapak lalu bilang kalau karyawan kantor sedang berada di pelabuhan dan memberikan aku sebuah nomor HP yang katanya nomor marketing kantor tersebut.
Setelah keluar dari kantor itu, aku telpon nomer HP yang tadi diberikan si bapak. Ternyata suara perempuan, dia bilang biayanya 3 juta rupiah dan minta mobil diantar ke pelabuhan. Duuh..aku semakin curiga, jadi aku jawab "Ya, nanti saya hubungi lagi kalau jadi dikirim."
Setelah berjalan sekitar 2 km dari kantor tadi, aku menepi dulu..aku coba telpon nomor orang yang aku dapat dari sepupu.
"Halo, dengan pak Ari?"
"Ya, saya sendiri. Ada apa bu?"
"Saya mau nanya informasi tentang pengiriman mobil"
"Ooh boleh, silakan datang ke kantor saya di ...."
Nah, lhoo.. sepupu bilang kalo pak Ari kerja di kantor B yang menurut website kantor tersebut beralamat di ..., tapi kok setelah di telpon ternyata pak Ari berkantor di jalan ...

Okelah kita telusuri ke kantor pak Ari di jalan ...
Dia menyambut kedatangan aku dan keluarga. To the point aku bilang tadi abis dari kantor PT. B dan disana sepi, hanya ada beberapa orang yang jaga. Lalu pak Ari menjelaskan kalau PT. B sudah tutup sejak 3 tahun lalu. Dulu dia bekerja disana, kemudian keluar dan membuat perusahaan jasa pengiriman sendiri. Dia juga bilang kalau orang yang tadi aku temui di kantor PT. B adalah mantan security PT. B. Sementara perempuan yang tadi kutelpon adalah eks karyawan PT. B yang kadang masih nyari objekan.
Singkat cerita, pak Ari memberi harga 2,7 juta untuk biaya pengiriman. Sudah termasuk asuransi all risk 200 ribu. Dia bilang kalau dia punya kapal sendiri jadi tidak perlu menunggu kapal lain datang. Aku belum memberi jawaban setuju, aku bilang akan menghubunginya lagi bila mobil siap dikirim. Sebelum berpamitan, aku meminta foto pak Ari untuk berjaga-jaga kalau ada apa-apa (aku foto pakai HP). Dia juga memberiku kartu namanya.
Penelusuran belum selesai, dari kantor pak Ari.... aku melanjutkan perjalanan menuju kantor perwakilannya di pelabuhan. Ancer-ancernya sudah diberitahu.
Ketemu!! Memang benar ada kantor perwakilannya. Ada beberapa karyawan didalamnya. Kantornya tampak hidup. Di parkiran pun ada beberapa mobil yang katanya baru tiba, pengiriman dari Banjarmasin (iya, aku liat platnya DA).

Akhirnya, 5 hari kemudian aku kirim mobil menggunakan perusahaan jasa pengiriman milik pak Ari. Aku dan suami menyusul pakai pesawat, kami membeli tiket dipaskan dengan tanggal mobil sampai di pelabuhan.
Alhamdulillah semua berjalan lancar. Oiya, saat ambil di pelabuhan aku diminta membayar 100 ribu oleh orang pelabuhan, bu Yuli yang katanya biaya dermaga tapi anehnya tanpa ada bukti karcis/kuitansi apapun.


VuL oF LuV