08 October 2016

Cuaca Oktober 2016

Cuaca bulan ini, tahun ini...beda banget sama cuaca tahun kemarin.
Alhamdulillah tahun ini lebih sering hujan. Tahun kemarin jarang banget hujan, malah bisa dikatakan kemarau panjang sampai akhirnya terjadi bencana kebakaran hutan selama berbulan-bulan. Kalau ingat kejadian itu, hmmm... ga nyaman banget. Ga bisa keluar rumah dengan bebas, menjemur baju di dalam rumah, bahkan meski pintu dan jendela tertutup tetap saja asap bisa menembus masuk.

Semoga keadaan bumi bisa membaik, global warming bisa berkurang, sehingga iklim dunia kembali seperti dulu lagi. Jadi ingat pelajaran SD, dimana bulan September - Februari terjadi musim hujan dan bulan Maret - Agustus terjadi musim kemarau. Kalau bu guru bilangnya "Pokoknya yang ada ber...ber..nya itu musim hujan." ^-^

Happy Bday Lovita

Hai Lovita, 

Selamat ulang tahun yang pertama !!!
Semoga panjang umur, sehat selalu, lancar rezeki, tercapai yang dicita-citakan, bisa menjadi anak yang berbakti pada kedua orangtua, serta berguna bagi sesama.



Aamiin.

07 October 2016

Nyeri Punggung Kanan dan Tulang Rusuk Kanan

2 bulan lalu saat liburan ke rumah mama, ga tau kenapa bangun tidur punggung rasanya sakit sekali. Selama beberapa hari begitu terus, sampai sering terbangun karna ga bisa tidur. Tanggal 4 Oktober 2016 sebelum mengajar kelas 4, aku nonton TV dan ga sengaja ketiduran, tiba2 terdengar suara ketukan pintu. Rupanya murid sudah datang. Aku langsung loncat dari kasur dan membukakan pintu. 

Beberapa menit setelah mulai mengajar, aku merasa punggung kanan dan tilang rusuk kanan nyeri. Aku coba untuk menolehkan badan ke kanan dan ke kiri, rasanya malah bertambah sakiiiit..

Malam harinya ketika tidur, aku coba miring ke kiri dengan maksud agar punggung kanan dan rusuk kanan tidak tertindih, tapi.... sekitar jam4 aku terbangun dan rasanya nyeriiiii amat sangat sampai sulit bangun padahal sudah kebelet pipis. Akhirnya aku tidak tidur lagi, karena posisi apapun terasa nyeri. Siang hari rasa sakitnya mulai berkurang, sehingga aku bisa beraktivitas. Sehabis maghrib, aku pergi ke tukang urut urat, dugaanku mungkin ada urat yang ketarik atau terjepit. Setelah diurut rasa nyeri lumayan berkurang dan aku bisa menolehkan badan ke kanan dan ke kiri. Aku pun tidur masih dengan posisi miring ke kiri. Tiba2 jam setengah 3 aku terbangun karena badanku tak dapat bergerak. Aku coba mengangkat tangan atau kaki pun tak kuat karena nyeri punggung kanan dan rusuk kiri yang teramat sangat. Aku menangis. Sakitnya sungguh luar biasa. Untuk sementara aku terdiam dan meminta bantuan ditarik untuk bangun. 

Dugaan kedua kemungkinan sakit ini karena tidur di kasur busa. Akhirnya aku memutuskan tidur di lantai beralaskan karpet tipis. Lumayan berkurang dan aku bisa tidur lagi sampai subuh. Sehabis sholat subuh, aku kompres punggung kanan dengan handuk hangat. Aku usap juga dengan air garam. Dan ku olesi obat feldco yang fungsinya mirip conterpain. Siangnya nyeri berkurang, bahkan sore hari aku merasa sudah baik2 saja. Hanya nyeri 1 titik saja, kemungkinan "njarem" bekas dipijat tukang urut. Malam harinya (tadi malam) aku tidur terlentang karena sudah tidak merasa nyeri di punggung. Namun ternyata aku terbangun jam 1 dan merasakan nyeri hebat lagi yang akhirnya aku putuskan pindah tidur di lantai.

Ooohh... kenapa ini? Kenapa aneh sekali? Pagi ini, saat aku mengetik ini tidak terasa apa2, tidak sakit juga tulang punggung kanan dan rusuk kanan. Sehat. Aku bisa berguling ke kanan dan kiri. 

Semoga saja nyeri punggung dan tulang rusuk kanannya benar2 sudah pergi, jangan kembali lagi, karena sangat mengganggu ketika istirahat malam. Yang seharusnya bangun pagi segar bugar, jadi rada pusing, bad mood, dan meringis menahan nyeri.

Krisis Kepercayaan pada Orang Lain


Berkali-kali dikecewakan oleh teman atau pernah juga oleh sahabat sendiri membuat aku harus berpikir beberapa kali untuk memiliki teman, terutama teman dekat.

Ya, benar. Manusia diciptakan dengan berbagai karakter masing-masing lengkap beserta kelebihan dan kekuranganmya. Dikecewakan sekali dua kali mungkin tidak terlalu berasa sakitnya, tetapi lebih dari itu??? Hmmm..bisa dibayangkan ya?

Saat kamu berpikir temanmu bisa menjaga rahasiamu, namun ternyata malah menyebarkannya. Perih...

Saat kamu berpikir teman-temanmu bisa menghibur di kala kamu sedih, eh ternyata mereka tidak ada yang peduli dengan kesedihanmu karena mereka hanya ingin bersamamu saat kamu mentraktirnya, saat kamu bahagia, saat kamu banyak uang, saat kamu berada di jabatan yang lebih tinggi dari mereka, dll. Sedih...

Saat kamu berpikir teman-temanmu adalah teman yang kompak, tapi apa? Mereka malah membicarakanmu dibelakangmu. Pedih...

Saat kamu berpikir temanmu adalah teman yang baik, kenyataannya dia malah menusukmu dari belakang. Sungguh terlalu...

Manusia bisa belajar dari pengalaman diri sendiri atau pengalaman orang lain. Meskipun kau tak sempurna, tetaplah berbuat baik. Terkadang pilihannya adalah menyakiti atau disakiti.

Cinta Terbawa di Nasi Kotak









"Vi, hari ini jadi lunch bareng, kan?" Kataku bertanya pada Via.


"Uhm.. gimana ya, jadi sih tapiii aku dapet nasi kotak dari kantor." Via menjawab dengan nada bingung.


"Gini aja.. kita makan bareng, tapi nanti aku bawa makan sendiri. Gimana?"


"Nah, siip itu !!! Sampai ketemu di tempat biasa ya." Kata Via lalu menutup telponnya.


Awal aku mengenal Via karena kita dulu satu kantor. Dia sebagai head cashier dan aku kepala gudang. Kerjaan kita sebenarnya tidak saling berhubungan secara langsung, tetapi aku sering ke kantor accounting untuk bertemu dengan bagian purchasing yang kebetulan mejanya ada di sebelah meja Via.
Dia terlihat serius saat bekerja, saking seriusnya mungkin sampai tidak peduli di sekitarnya ada siapa. Untuk menarik perhatiannya, kadang aku mengusilinya. Dan dari situ kita jadi saling kenal. Bila pekerjaan Via sudah selesai, kadang dia main ke gudang (ruanganku) untuk curhat atau melihat-lihat stock barang yang ada. Seringnya bertemu dan bertukar pikiran membuatku lama-lama merasa nyaman dengan Via. Apalagi kita sering makan siang bersama, bukan berdua ya...karena rame-rame bareng teman yang lain juga.
Via juga membuat aku menjadi lebih religius. Jujur saja di umur hampir kepala 3 sholatku masih bolong-bolong, tapi karena Via sering mengajak sholat berjamaah, dengan senang hati aku jadi rajin sholat.


Suatu hari aku memberanikan diri untuk menyatakan perasaanku padanya. Aku berniat serius, aku mau menikahinya. Namun, jawaban Via membuyarkan mimpiku. Dia hanya menganggapku sebagai kakak. Mungkin aku yang terlalu berharap, apalagi sebenarnya aku tahu dia sudah memiliki kekasih. Tak apa... cinta tak harus memiliki, yang penting dia tahu bagaimana perasaanku.


Setelah penolakan itu, aku dan Via masih tetap berteman. Akan menyakitkan bila tak dapat memiliki lalu menjadi musuh. Aku sudah cukup bahagia hanya dengan melihatnya setiap hari. Beberapa bulan kemudian, Via resign karena diterima bekerja di perusahaan lain. Aku sedih. Aku tak ingin berpisah, tapi itu yang terbaik untuk karir dan masa depannya, maka aku mendukungnya.


Setelah Via pindah, ruanganku jadi sepi.. tak terdengar lagi gelak tawanya, suaranya, dan nada tingginya saat kujahili. Aku jadi lebih sering keluar ruangan dan berharap jam makan siang segera tiba.


Siang itu setelah telpon-telponan, aku dan Via bertemu di tempat biasa, yaitu timur gelanggang mahasiswa UGM. Kalau biasanya kita akan pergi cari warung nasi, jajan mie ayam, atau jajan soto, kali ini kita berdua hanya duduk di pinggiran pagar gelanggang yang ada pohon rindangnya. Hehehe... ya, dia makan nasi kotaknya dan aku makan bekal yang tadi kubeli di warung. Ini adalah unforgettable moment. Demi bisa makan bersama, meski bawa makan sendiri yang penting makannya bareng.


Via semakin sibuk dengan pekerjaan, hingga kadang dia tak sempat keluar cari makan dan harus delivery dari kantor. Lama-kelamaan kita jarang bertemu dan aku dengar kabar dia sekarang tinggal di luar kota. Kenangan nasi kotak itu lah yang paling membekas sampai sekarang.



VuL oF LuV